Tanah Longsor Merusak Jalan dan Memakan Korban Jiwa di Gowa

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 18 November 2022 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana tanah longsor yang berdampak pada lalu lintas umum di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. (Dok. BNPB)

Bencana tanah longsor yang berdampak pada lalu lintas umum di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. (Dok. BNPB)

ARAHNEWS.COM – Bencana tanah longsor yang berdampak pada lalu lintas umum dan memakan korban jiwa terjadi di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu 16 November 2022.

Peristiwa itu terjadi di jalan poros antara batas Kecamatan Parangloe dan Kecamatan Tinggimoncong.

Menurut hasil kaji cepat sementara, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya masih dinyatakan hilang diduga tertimbun longsor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petaka itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan ditambah kondisi tanah yang labil.

Pada saat yang bersamaan, dua kendaraan jenis minibus dan bak terbuka melintas sehingga terkena material longsoran hingga kedua mobil terseret ke bibir jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa bersama tim gabungan segera menuju ke lokasi kejadian untuk kaji cepat, evakuasi korban dan membersihkan material longsoran.

Wilayah Kabupaten Gowa masih berpotensi terjadi hujan hingga Sabtu 19 November 2022, sebagaimana menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sebagai antisipasi, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Di samping itu, Pemerintah Daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang menurut BMKG masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Lebih lanjut, BNPB meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan upaya perbaikan tata kelola lingkungan sehingga bencana seperti tanah longsor tidak terjadi ke dua kalinya.

Upaya seperti monitoring lereng tebing, khususnya yang berada di sepanjang jalan nasional, jalan penghubung pedesaan dan lereng permukiman padat penduduk agar dilakukan secara berkala.

Rambu-rambu khusus rawan bencana agar dipasang di beberapa titik sebagai informasi kepada masyarakat agar lebih waspada.

Khusus bagi masyarakat, apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya.***

Berita Terkait

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar
Kartel Narkoba Amerika Latin Sasar Bali, Kokain Masuk Lewat Wisatawan

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga

Berita Terbaru