PT Indofood Didorong untuk Dapatkan Suplai Bahan Baku dari Dalam Negeri Sendiri

- Pewarta

Sabtu, 17 September 2022 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph. (Dok. Dpr.go.id)

Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph. (Dok. Dpr.go.id)

ARAH NEWS – Anggota Komisi VII DPR RI Willy Midel Yoseph menilai bahwa kekhawatiran PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk dalam hal supply impor bahan baku seharusnya bisa disokong dari suplier lokal.

Mengingat bahan baku gandum yang menjadi bahan utama PT Indofood dalam memproduksi produknya, seperti mi instan hingga berbagai macam produk lainnya, berpotensi mengalami kelangkaan akibat situasi global.

“Supply bahan baku yang utama, seperti gandum bisa terjadi kelangkaan, melihat harga pasar yang terus melonjak naik.”

“Apalagi salah satu suplier terbesar datang dari negara Rusia yang saat ini sedang berseteru dengan negara lain.”

“Hal ini wajar dikhawatirkan, mengingat bahan baku ini menjadi bahan baku utama PT Indofood dalam memproduksi produknya, yaitu mie instan,” tutur Willy saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk, di Provinsi Jambi, Kamis, 15 September 2022.

Politisi PDI-Perjuangan ini menegaskan, supply bahan baku lokal menjadi kesempatan terbaik dimana kita sudah tidak lagi tergantung pada negara lain.

PT Indofood sudah semestinya bergerak untuk membuka kesempatan masuk bagi petani lokal dalam hal supply bahan baku.

Menurutnya ini menjadi salah satu cara agar perusahaan dalam negeri untuk tidak tergantung dengan negara lain, memberdayakan petani setempat di Jambi.

“Saya sudah memberikan masukan kalau kita mendatangkan bahan baku dari negara lain, atau bahkan daerah lain seperti Pulau Jawa, biaya transport cukup besar, dan pastinya akan berpengaruh pada cost produksi.”

“Makanya kita berharap para petani mau bekerjasama untuk menanam produk-produk yang dibutuhkan, tentu ini akan menjadi sesuatu yang positif.”

“Pertama murah, kemudian lapangan pekerjaan, karena memberikan kesempatan kepada para petani dan lainnya untuk mendapat keuntungan ini,” pungkas Willy.

Willy menyampaikan kesempatan berupa peluang usaha dapat dibicarakan lebih serius bersama pemerintah daerah, kota atau provinsi, dan tentunya dengan petani setempat.

Karena tidak hanya gandum, melainkan masih banyak bahan baku yang dibutuhkan.

“Sekali lagi kita melihat petani lokal punya banyak kesempatan.”

“Selain gandum, ada juga singkong, kemudian cabai, minyak kelapa sawit, semuanya ada di wilayah (Jambi) ini.”

“Tinggal bagaimana agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang dan tentunya PT Indofood juga harus membina agar hasil produknya itu sesuai dengan kualitas yang diinginkan,” tuturnya.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah itu berharap pengembangan industri mi instan yang dilakukan PT Indofood terus berinovasi.

Ia ingin PT Indofood terus menyuplai produknya hingga ke banyak negara, yang tujuannya untuk membanggakan nama baik Indonesia.

“Kalau pengembangan industri dari PT Indofood, menurut kami mereka sudah punya 18 rasa dan tentu yang kita dorong.”

“Agar mereka mampu menyuplai tidak hanya di Indonesia, bahkan kita mendorong agar mampu mengekspor langsung ke negara-negara.”

“Seperti China, Singapore, Vietnam dan Eropa lainnya.”

“Kemudian dari tinjauan langsung tadi, ternyata PT Indofood sudah menggunakan teknologi digital yang modern.”

“Dan pastinya lebih efisien dan cepat dalam hal memproduksi produk-produknya,” tutupnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri
Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik
Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan
Memperkuat Standar Profesionalisme: Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia Digelar
Termasuk Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global
Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat 5,1 Persen di Tengah Tantangan Global
Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:29 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:56 WIB

Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:40 WIB

Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 21:55 WIB

Memperkuat Standar Profesionalisme: Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia Digelar

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:06 WIB

Termasuk Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:07 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat 5,1 Persen di Tengah Tantangan Global

Jumat, 3 Mei 2024 - 07:27 WIB

Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024

Berita Terbaru