Fitch dan Moody’s Klaim Ekonomi Indonesia Stabil Meskipun Kondisi Global yang Bergejolak

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan dua lembaga rating terkemuka secara terpisah, Fitch dan Moody’s di Washington DC. (Dok. kemenkeu.go.id)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan dua lembaga rating terkemuka secara terpisah, Fitch dan Moody’s di Washington DC. (Dok. kemenkeu.go.id)

ARAHNEWS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan dua lembaga rating terkemuka secara terpisah, Fitch dan Moody’s di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis 13 Oktober 2022 dan Jumat 14 Oktober 2022.

Fitch menyampaikan penilaian ekonomi Indonesia cukup mengesankan di tengah kondisi perekonomian global yang sedang mengalami tantangan cukup serius.

Menurut Fitch, ekonomi Indonesia cukup terjaga, baik dari sisi kinerja maupun sisi perumusan kebijakan menghadapi kondisi sulit.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Fitch juga mengingatkan Indonesia agar tetap berhati-hati dalam merumuskan dan menerapkan setiap kebijakan yang memengaruhi kinerja perekonomian agar hasilnya tepat sasaran.

Dalam pertemuan dengan Fitch, Menkeu menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia, terutama selama penanganan pandemi Covid-19.

Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah memperlebar defisit APBN di atas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun pada tahun 2023 mendatang, Menkeu menegaskan kondisi defisit fiskal akan kembali ke angka normal, yakni berada di bawah 3 persen dari PDB.

Selain itu, Menkeu juga menjelaskan kondisi fiskal tahun 2022 yang cukup baik, namun tetap dengan kewaspadaan tinggi seiring dengan perkembangan ekonomi global yang bergejolak.

Risiko global, kenaikan inflasi, suku bunga, yang berdampak pada cost of fund meningkat, dolar semakin kuat. Bagi negara berkembang, Menkeu mengatakan situasi ini membutuhkan pendanaan sehingga isu restrukturisasi utang pun menjadi penting.

Lebih lanjut, Menkeu juga melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Moody’s. Dari penilaian terakhir 10 Oktober 2022 tahun ini, Moody’s memberikan Indonesia predikat sebagai negara dengan perekonomian yang cukup stabil di tengah situasi global yang bergejolak.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu dan perwakilan Moody’s berdiskusi mengenai prospek perekonomian Indonesia ke depan dengan adanya kondisi peningkatan risiko global. ***

Berita Terkait

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis
Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Analisis BI: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Lebih dari 5,1 Persen
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
IHSG Berpeluang Tembus 8.000, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pendorong Psikologis

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Jumat, 19 September 2025 - 11:31 WIB

7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis

Sabtu, 13 September 2025 - 17:31 WIB

Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona

Jumat, 12 September 2025 - 15:56 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru