Akademisi Ingatkan Bahaya Bisfenol A pada AMDK, BPOM Didorong Lakukan Pengawasan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 12 September 2022 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta Sarasehan Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan. (Dok. Panitia)

Para peserta Sarasehan Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan. (Dok. Panitia)

ARAH NEWS – Akademisi mengingatkan bahaya Bisfenol A (BPA), senyawa kimia yang digunakan sebagai salah satu bahan dalam produksi plastik Polikarbonat (PC) pada galon guna ulang di Air Minum Dalam Kemasan (AMDK.

Bisfenol A (BPA) diketahui menjadi penyebab berbagai penyakit atau ganguan fungsi hormon dan organ.

“Para peneliti dan pakar international mengingatkan bahwa risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan BPA cukup banyak.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga perlu keseriusan mengatasinya,” ujar pembicara dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU Dr Ir Evi Mutia M. Kes. di Medan, Senin.

Sementara itu Kepala Ombudsman Sumut, Abadi Siregar, mengapresiasi acara sarasehan tersebut.

Sarasehan menunjukkan, BPOM Medan telah menjalankan fungsinya dengan benar dan baik telah memberi informasi kepada publik.

“Tapi, tugas BPOM bukan hanya sampai disini (membuka /memberi informasi) tetapi juga harus mengawasi produk AMDK.”

“Karena produsen harusnya punya tanggungjawab mengendalikan utk menekan seluruh potensi resiko yang ada produk yang mereka pasarkan,” katanya.

Dalam paparannya Evi Mutia, mengatakan, tidak terbantahkan lagi bahwa BPA bisa mengganggu sistem reproduksi baik pria mau pun wanita, mempengaruhi fertilitas dan beresiko terhadap kanker prostat pada pria.

Hingga membuat penurunan libido, sulit ejakulasi, diabeteas, gangguan ginjal, kanker payudara hingga perkembangan kesehatan mental Autism Spectrum Disorder.

Faktor yang mempengaruhi migrasi BPA dari kemasan pangan, mulai dari proses pencucian yang tidak tepat.

Seperti penggunaan air pada suhu tinggi di atas 75 celciu, trdapat residu detergen
dari pembersihan yang mengakibatkan goresan.

Potensi resiko migrasi BPA kedalam AMDK galon ini justru lebih besar selama proses perjalanan atau transportasi secara terbuka dan terpapar panas sinar matahari.

Mulai dari pabrik sampai ke lokasi penjualan termasuk penyimpanan tidak tepat seperti terkena paparan sinar matahari langsung.

“Begitu bahayanya BPA sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian besar dari semua pihak khususnya produsen AMDK yang harusnya punya kesadaran dan tanggungjawab kepada konsumen,” katanya.

BPOM harus membuat regulasi mengatasi ancaman bahaya dari BPA ini mulai dari kewajiban memcantumkan informasi pada kemasan sampai pada pengawasan yang ketat di post market.

Ketua YLKI Sumut juga mengapresiasi acara yang digelar oleh Univ Sumatera Utara dan BPOM Medan dan merekomendasikan mengambil langkah -langkah penting mengatasi masalah ancaman BPA dalam AMDK.

Mulai dari kebijakan mewajibkan produsen dalam pelabelan BPA di produk AMDK nya hingga penindakan bagi pelanggar aturan.

Sarasehan Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat Melalui Regulasi Pelabelan BISFENOL A (BPA) pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) itu digelar oleh USU bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan.

Acara ini dibuka Wakil Rektor III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama USU Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Apt itu dihadiri berbagai kalangan termasuk pengusaha produsen AMDK.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi
Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Berita Terbaru