Terkait Acuan Harga Bahan Bakar Minyak, CERI Tuding Dirut Pertamina Diduga Bohongi DPR

- Pewarta

Selasa, 13 September 2022 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. (Instagram.com/@nicke_widyawati)

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. (Instagram.com/@nicke_widyawati)

ARAH NEWS – Pernyataan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati di hadapan anggota Komisi VI DPR RI pada Kamis (8/9/2022) terkait Pertamina merugi karena menjual Pertamax seharga Rp 14.500, dinilai sebagai pernyataan bohong.

“Kata Nicke Pertamax dipatok pemerintah harga Rp 14,500, Pertamina rugi, ini adalah pernyataan kebohongan,” ungkap Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, Selasa, 13 September 2022.

Menurut Yusri, harusnya di forum DPR itu dikupas tuntas berapa harga MOPS Mogas92 yang dibeli Pertamina Patra Niaga dari import dan berapa harga dibeli dari PT Kilang Pertamina International.

“Itu jauh lebih penting untuk mengetahui apakah biaya pokok produksi BBM dari kilang Pertamina itu efisien?,” kata Yusri.

Karena pihaknya mendapat kabar, Pertamina membeli Mogas MOPS USD 112 perbarel, apa betul? karena menurut publikasi harga Mogas 92 hanya USD 107 perbarel, tanya Yusri.

Jika diurai harga Pertamax 92 itu sudah ada margin Pertamina 10 % dari harga dan konstanta Rp 1800 perliter, yaitu terdiri alpha plus biaya penyimpanan dan biaya distribusi, jadi harga Pertamax 92 yang dipatok itu setidaknya Pertamina balik modal, kata Yusri.

“Katanya, kerugian itu akan disubsidi silang dari winfall hulu yg harga crude tinggi. Selain itu Nicke juga diduga berbohong di hadapan anggota DPR Komisi VI”.

“Bahwa perhitungan formula harga BBM mengacu ke ICP, di Kepmen ESDM Nomor 62 K/2020 jelas menyebutkan bahwa formula harga BBM mengacu pada MOPS, bukan ICP” beber Yusri lagi.

Yusri menjelaskan, ia bahkan sudah mengkonfirmasi ke pihak terkait bahwa memang acuan yang digunakan antara kilang Pertamina dengan PT Pertamina Patra Niaga adalah MOPS, bukan ICP, akan tetapi Patra Niaga menjual BBM atas dasar hitungan Pemerintah.

“Acuan ICP itu digunakan untuk harga beli crude ke kilang, itu baru pakai ICP. Kalau dari kilang Pertamina jual BBM ke Pertamina Patra Niaga, mengacu pada peraturan tersebut mengacu pada MOPS.”

“Tapi kenapa Dirut Pertamina bilang ke Komisi VI kalau harga BBM itu pakai acuan ICP? Maka itu jelas sekali kebohongan,” ungkap Yusri.

Sementara itu, dikutip dari media, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengakui jual rugi jenis bahan bakar minyak (BBM) Pertamax.

Jadi meskipun saat ini harga Pertamax yang sudah naik masih di bawah harga keekonomian.

Nicke mengatakan, diupayakan untuk menahan harga Pertamax agar perbandingan dengan harga Pertalite tidak jauh.

Karena jika selisih harganya jauh dengan Pertalite sebagai BBM subsidi, akan semakin banyak yang menggunakan Pertalite.

“Pertamax itu kalau lihat kategori, di dalam regulasi adalah Jenis BBM Umum (JBU) yang harganya fluktuatif disesuaikan ICP.”

“Tetapi kita melihatnya Pertamax itu pemerintah itu mengendalikan juga harganya,” ujar Nicke.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Audensi Strategis: KSEI Terbuka untuk Kolaborasi dengan PROPAMI
Garislurus Travel Berkomitmen Tingkatan Pengembangan Bisnis dari Segi Pelayanan Maupun Manajemen
10 Media Rp3 Juta Saja, Jasasiaranpers.com Publikasikan Press Release Berita Khusus Ekonomi dan Bisnis
Ketum ADKI: Desa Kreatif Esports akan Lahirkan SDM Digital Desa Berkualitas!
Sapu Langit Media Network Luncurkan Media Online 062.live – Portal Berita dengan Konten Khusus Video
Super Lengkap, Inilah 100-an Portal Berita yang Bermitra dengan Sapu Langit Communications
Chaeruddin Berlian Resmi Dewan Pengawas: Misi Baru PROPAMI untuk Pasar Modal Indonesia
Promosi Video Youtube di Portal Berita? BISA, Hanya dengan Budget Rp500 Ribu Bisa Langsung Tayang di Sini
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 23 Januari 2024 - 16:08 WIB

Audensi Strategis: KSEI Terbuka untuk Kolaborasi dengan PROPAMI

Minggu, 21 Januari 2024 - 11:37 WIB

Garislurus Travel Berkomitmen Tingkatan Pengembangan Bisnis dari Segi Pelayanan Maupun Manajemen

Selasa, 9 Januari 2024 - 13:31 WIB

10 Media Rp3 Juta Saja, Jasasiaranpers.com Publikasikan Press Release Berita Khusus Ekonomi dan Bisnis

Jumat, 15 Desember 2023 - 19:57 WIB

Ketum ADKI: Desa Kreatif Esports akan Lahirkan SDM Digital Desa Berkualitas!

Selasa, 5 Desember 2023 - 10:36 WIB

Sapu Langit Media Network Luncurkan Media Online 062.live – Portal Berita dengan Konten Khusus Video

Rabu, 29 November 2023 - 09:08 WIB

Super Lengkap, Inilah 100-an Portal Berita yang Bermitra dengan Sapu Langit Communications

Senin, 27 November 2023 - 20:11 WIB

Chaeruddin Berlian Resmi Dewan Pengawas: Misi Baru PROPAMI untuk Pasar Modal Indonesia

Senin, 27 November 2023 - 16:22 WIB

Promosi Video Youtube di Portal Berita? BISA, Hanya dengan Budget Rp500 Ribu Bisa Langsung Tayang di Sini

Berita Terbaru