Tak Usah Dipersoalkan Dana CSR Pertamina Berada di Bawah Kekuasaan Menteri BUMN Erick Tohir

- Pewarta

Selasa, 18 April 2023 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri BUMN Erick Thohir. (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

ARAHNEWS.COM – Pertamina bahkan bisa membelikan 1 juta sarung jika dapat SMS dari anggota DPR.

Publik dihebohkan oleh pernyataan anggota DPR kepada Dirut Pertamina kalau sekarang minta sarung satupun tidak bisa dapat.

Padahal dulu lewat pesan sms aja langsung dikirim. Katanya semua urusan sedekah beginian termasuk urusan sarung sudah diambil alih Pak Menteri BUMN Erick Thohir.

Gawat juga ya nasib anggota DPR menjelang lebaran ini, sulit dapat sarung buat Dapil.

Ada juga kemungkinan lain mengapa Pertamina tidak bisa bagi bagi sarung.

Mungkin karena Pertamina sedang banyak pengeluaran karena perusahaan banyak dirundung musibah disambar petir, kebakaran dan kecelakaan lainnya.

Pertamina dalam tahun belakangan memang banyak dirundung musibah, dua kali kebakaran kilang Cilacap, kebakaran Balongan, kebakaran kilang Balikapan

Juga kebakaran kila Dumai, dan musibah kebakaran depo Plumpang, kecelakaan kapal pengangkut BBM, insiden kecelakaan kerja di Blok Rokan, dan lain sebagainya.

Akibatnya bisa jadi dompet Pertamina menjadi tipis, sehingga sulit bagi Pertamina bagi bagi sarung seperti masa masa bulan puasa atau lebaran sebelumnya.

Tampaknya banyak uang kesedot untuk mengamankan musibah dan kecelakaan yang terjadi.

Tapi anggota DPR tidak perlu kuatir. Rentetan musibah tersebut telah dijawab dengan perencanaan yang cukup bagus oleh dirut Pertamina.

Salah satunya adalah dengan mempersiapkan pengeluaran yang cukup besar untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur Pertamina.

Fitch Ratings Singapura membuka semua rencana pengeluaran atau belanja modal Pertamina atau CAPEX perusahaan terbesar di Indonesia di tahun ini dan tahun tahun mendatang.

CAPEX sekaligus merupakan gambaran bahwa Pertamina masih merupakan perusahaan paling menarik bagi lembaga pembiayaan nasional dan internasional.

Digambarkan bahwa Capex Besar Pertamina diperkirakan sekitar USD9 miliar pada tahun 2023 (perkiraan tahun 2022: sekitar USD9 miliar) dan selanjutnya berkisar antara USD10 miliar-15 miliar.

Hal ini merupakan ekspektasi jangka menengah manajemen Pertamina.

Dengan demikian maka akam tersedia belanja modal sedikutnya 45,2 miliar dolar atau sekitar Rp. 650-700 triliun dalam tahun 2023-2026.

Belanja modal masing masing USD9.0 billion di 2023, USD10.8 billion di 2024, USD11.8 billion di 2025 dan USD12.2 billion di 2026, akan terbagi rata

Antara mempertahankan produksi dari lapangan minyak dan gas Pertamina yang sudah tua dan meningkatkan kapasitas dan kompleksitas kilang selama dua tahun ke depan.

Beberapa blok produksi besar, termasuk yang baru diakuisisi, membutuhkan investasi besar untuk mempertahankan produksi dan merupakan pendorong utama ekspektasi belanja modal hulu yang tinggi.

Kemampuan Capex ini prestasi penting yang harus dicatat dari direktur Pertamina.

Walaupun ada kecelakaan cukup banyak, namun telah menunjukkan kesanggupannya mencari uang.

Capex Pertamina ini merupakan yang terbesar di BUMN maupun swasta di Indonesia.

Ini akan menjadi modal untuk mengupgrade instalasi, penguatan standar safety perusahaan dan lain sebagainya.

Mengapa ini dikatakan prestasi? Karena dalam era transisi energi ini tidak mudah bagi perusahaan minyak untuk mendapatkan dana lagi, baik utang, maupun investasi, dalam memperbesar belanja modalnya.

Perusahaan migas dunia lainnya juga sedang berada pada situasi anggaran yang ketat, serta harus mempersiapkan diri bagi transisi energi.

Jadi tidak mudah mencari uang bagi kelanjutan infrastruktur fosil. Oleh karena itu kemampuan mobilisasi dana sebesar capex tersebut patut diacung jempol.

Jadi nanti dengan kekuatan Capex senilai Rp. 650-700 triliun maka masalah polemik sedekah sarung dengan anggota DPR tentu adalah masalah sepele.

Tak usah lagi dipersoalkan bahwa dana CSR dll yang berada dibawah kekuasaan Erick Tohir Menteri BUMN.

Biarkan saja. Nanti kalau Capex semua terealisasi, maka Pertamina akan sangat banyak uang lagi.

Semua pihak tentu bisa kecipratan. Namun harap sabar dulu sebentar.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri
Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik
Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan
Memperkuat Standar Profesionalisme: Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia Digelar
Termasuk Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global
Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat 5,1 Persen di Tengah Tantangan Global
Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:29 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:56 WIB

Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:40 WIB

Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 21:55 WIB

Memperkuat Standar Profesionalisme: Pelatihan Asesor Kompetensi LSP Pembiayaan Indonesia Digelar

Rabu, 8 Mei 2024 - 14:06 WIB

Termasuk Arah Kebijakan FED yang Penuh Ketidakpastian, Indonesia Hadapi Beberapa Risiko Global

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:07 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat 5,1 Persen di Tengah Tantangan Global

Jumat, 3 Mei 2024 - 07:27 WIB

Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024

Berita Terbaru