Realisasi Defisit di Akhir Tahun 2022 Diperkirakan akan Jauh Lebih Rendah dari 4,50% PDB

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 September 2022 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. (Dok. Setkab.go.id)

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. (Dok. Setkab.go.id)

Oleh: Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia.

ARAH NEWS – Kinerja perekonomian Indonesia sampai dengan Q2 2022 masih menunjukkan tren positif, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44%.

Indikator dini ekonomi Indonesia hingga Agustus 2022 masih menunjukkan keberlanjutan tren pemulihan meskipun beberapa risiko tetap harus diwaspadai.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspor pada bulan Agustus 2022 tercatat USD27,91 miliar (tertinggi dalam sejarah).

Sedangkan, neraca perdagangan bulan Agustus melanjutkan surplus pada 28 bulan terakhir, sebesar USD5,76 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara kumulatif surplus neraca perdagangan mencapai USD34,92 miliar.

Optimisme konsumen kembali tinggi ditunjukkan oleh Indeks penjualan ritel masih terus tumbuh, sehingga konsumsi masyarakat diperkirakan masih cukup kuat di Q3 2022.

Konsumsi listrik dari kegiatan bisnis dan industri, serta PMI manufaktur masih menunjukkan peningkatan.

Ini mendorong optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3 2022 akan menguat dibandingkan Q2 2022.

Dukungan kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia juga menjadi upaya untuk menurunkan ekspektasi inflasi ke depannya.

APBN KiTa akan tetap dan terus dijaga. Pada Q3 dan Q4 2022, dukungan belanja APBN diharapkan semakin optimal.

Terutama melalui anggaran perlinsos, termasuk penyaluran bansos tambahan BLT BBM dan bantuan subsidi upah.

Dengan kinerja positif pendapatan hingga saat ini, pemerintah juga berupaya mengurangi defisit APBN 2022.

Sehingga realisasi defisit di akhir tahun diperkirakan jauh lebih rendah dari 4,50% PDB (Perpres 98/2022).

Inilah komitmen pemerintah dalam menggunakan APBN untuk terus melindungi masyarakat, perekonomian, dan sekaligus melindungi APBN agar Indonesia terjaga secara seimbang.

Artikel ini dikutip dari akun Instagram @smindrawati, 27 September 2022. ***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
PROPAMI Gandeng BEI Perkuat Literasi Investor, Soroti Kesiapan Emiten Baru
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:27 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:01 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Minggu, 27 September 2026 - 01:06 WIB

PROPAMI Gandeng BEI Perkuat Literasi Investor, Soroti Kesiapan Emiten Baru

Berita Terbaru