Punya Rencana Terukur, Kementerian BUMN Diminta Selektif dalam Usulan Penerima PMN

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 25 Agustus 2022 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal. (Dok. dpr.go.id)

Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal. (Dok. dpr.go.id)

ARAH NEWS – Anggota Komisi VI DPR RI Jon Erizal mengusulkan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat menyeleksi dengan baik BUMN mana yang berhak mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN).

Menurut politisi PAN itu, BUMN yang akan mengajukan PMN harus betul-betul memiliki rencana yang terukur sehingga PMN yang didapatkan akan benar-benar efektif.

“Saya mengusulkan kalau bisa PMN yang diajukan ke kita nanti atau ke depan ini betul-betul ada panitia yang menyeleksi atau tim yang diseleksi dari kementerian, karena saya dapat informasi ‘A1’ juga itu ada beberapa PMN yang dicairkan atau kita setujui, tapi BUMN-nya sendiri itu nggak butuh.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah ini kan berbahaya,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan membahas laporan APBN 2021, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Agustus 2022.

Untuk itu, nantinya Jon meminta BUMN yang mengusulkan PMN untuk menyampaikan usulan PMN secara komprehensif. Disertai dengan rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

“Usulan PMN itu harus komprehensif, jadi jangan sepotong-sepotong gitu tiap tahun mengajukan lagi, paling tidak ada short termmedium term dan long term rencana mereka, sehingga kita bisa tahu betul ini seperti apa,” imbuh Jon Erizal.

Selain Jon Erizal, Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih juga menekankan bahwa BUMN-BUMN yang akan mengusulkan PMN nantinya perlu menghitung terlebih dahulu usulan PMN tersebut secara skala ekonomi.

Sebab, pihaknya tidak ingin nantinya PMN yang diberikan justru malah menguap begitu saja karena tidak cukup untuk membenahi BUMN tersebut.

“Saya minta untuk kedepannya terutama apa yang dimintakan kepada kita, BUMN meminta PMN kepada kita ini perlu dihitung secara skala ekonominya pak, karena PMN PMN yang sebelumnya menguap begitu saja.”

“Jadi secara skala ekonominya kalau memang PMN ini kurang, ya nggak usah dipakai itu PMN nya, kembalikan saja ke negara,” tegas politisi Partai Golkar yang akrab disapa Demer tersebut.***

Berita Terkait

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis
Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Analisis BI: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Lebih dari 5,1 Persen
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
IHSG Berpeluang Tembus 8.000, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pendorong Psikologis

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Jumat, 19 September 2025 - 11:31 WIB

7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis

Sabtu, 13 September 2025 - 17:31 WIB

Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona

Jumat, 12 September 2025 - 15:56 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB