ARAHNEWS.COM – Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Jakarta Utara menyelenggarakan kegiatan Seminar dengan Tema Partisipasi Kaum Milenial dalam Momentum Politik dan Demokrasi Pemilu 2024 pada Minggu 25 Juni 2023.
Berbagai elemen pemuda dan mahasiswa terlibat dalam kegiatan seminar tersebut.
Ketua GMPK Jakarta Utara, Reyhan mengungkapkan bahwa kaum milenial memegang peran penting dalam suksesnya Pemilu 2024 sebagai tongkat estafet kepemimpinan nasional kedepan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Milenial memegang peran penting dalam suksesnya Pemilu 2024,” Ungkap Rayhan di Jakarta, Senin, 26 Juni 2023
“Merujuk pada Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari pemerintah, proporsi pemilih tahun 2024 pada 14 Februari nanti mencapai usia 17-39 tahun itu 55 sampai 60 persen,” imbuhnya.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan: Awas Polarisasi Jadi Bencana, Pemuda Harus Kawal Pemilu
Ia menjelaskan, sesuai aturan yang berlaku bahwa pemilih yang mendapatkan hak pertama kali dalam mengikuti pesta demokrasi yaitu sudah berumur 17 tahun dan apabila sudah menikah.
“Karena itu, berdasarkan bonus demografi yang ada, kita sebagai kaum milenial memiliki peran penting dalam mensukseskan pesta demokrasi 2024 mendatang,” Imbuhnya.
Ia juga mengajak kepada seluruh pemuda di Indonesia untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi di Indonesia melalui pemilu 2024 mendatang.
Dengan begitu, angka partisipasi pemilih bisa meningkat serta dapat menekan angka golput.
“Pemilih milenial itu identik terhadap pemilih rasional karena milenial wajib memberikan edukasi terhadap masyarakat agar angka golput dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Baca Juga:
agnt8x Luncurkan Platform Pertama di Dunia untuk Merekrut dan Mengelola Agen AI sebagai Tenaga Kerja
Disisi lain, Usman selaku Sekjen Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) menyampaikan, generasi milenial harus lebih kritis dalam menangkap sumber informasi dari perkembangan arus media sosial yang berkembang saat ini.
Sebab, banyak informasi yang berkembang di media sosial yang tidak kredibel dan bisa memecahbelah bangsa.
“Terkait banyaknya media yang tidak kredibel sehingga Gen Z perlu waspada dan hati-hati.”
“Pemilih milenial kaum Gen Z harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi melalui media elektronik maupun sosial media.”
“Karena sekarang banyak media-media yang tidak kredibel, karena itu bisa membahayakan persatuan bangsa,” terangnya.***









