Koalisi Masyarakat Sipil Minta Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan, Ini 4 Tuntutannya

- Pewarta

Senin, 3 Oktober 2022 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

ARAH NEWS – Kami turut berduka cita atas Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan, Malang yang menewaskan kurang lebih 182 orang.

Namun kami juga mengecam sekaligus mengutuk keras kelalaian Panitia dan Operator Liga yang tidak menerapkan mitigasi risiko dengan baik dan benar.

Sehingga Kapasitas Stadion yang seharusnya hanya dapat diisi maksimal 38.000 Orang membludak hingga mencapai sekitar 42.000 orang.

Yang mengakibatkan penonton harus berdesak-desakan, himpit-himpitan dan mengalami gangguan pernafasan.

Pertanggungjawaban Panitia dan Operator Liga harus dimintai baik dalam kerangka kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dan ganti rugi serta rehabilitasi kepada korban.

Kelalaian panitia dan operator liga tersebut diperburuk dengan tindakan pengamanan yang tidak proporsional dan bahkan cenderung berlebihan (excessive use of force) oleh Aparat Kepolisian yang bertugas dilapangan.

Dalam video yang beredar di Media Sosial terlihat bahwa terdapat penggunaan Gas Air Mata yang dilarang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Selain penggunaan Gas Air Mata juga terdapat kekerasan terhadap para korban.

Dalam. Video yang beredar kekerasan tidak hanya dilakukan oleh Kepolisian tetapi juga dilakukan oleh Anggota TNI.

Koalisi juga menilai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) harus melakukan pemeriksaan terhadap aparat yang bertugas di lapangan.

Karena jelas ada penggunaan kekuatan berlebih yang tidak proporsional serta kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Selain itu terhadap Anggota TNI harus juga diperiksa oleh Panglima TNI mengingat penerjunan Anggota untuk mengamankan Pertandingan Sepakbola jelas bukanlah tugas prajurit TNI.

Lebih dari pada itu, atasan Anggota Polisi dan TNI yang bertugas di lapangan juga harus dimintai pertanggunjawaban (command responsibility).

Karena sangat mungkin semua tindakan yang menyebabkan hilangnya ratusan nyawa tersebut terjadi atas pembiaran atau bahkan atas perintah atasan.

Untuk itu Koalisi mendesak:

Pertama, Presiden RI harus meminta maaf secara terbuka kepada korban dalam tragedi kemanusiaan Kanjuruhan dan memastikan ganti rugi dan rehabilitasi kepada korban secara menyeluruh;

Kedua, Presiden RI harus membuat Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menemukan sebab terjadinya Tragedi Kemanusian dengan melibatkan Lembaga Negara Independen

Seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban;

Ketiga, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima TNI harus memeriksa semua anggota yang bertugas dilapangan secara etik, disiplin dan Pidana;

Keempat, penyelenggara pertandingan sepakbola tidak lagi melibatkan aparat Kepolisian dan TNI.

Serta berhenti menerapkan pendekatan Keamanan Dalam Negeri di dalam stadion, melainkan pengamanan ketertiban umum (stewards/civil guards).

Pernyataan Sikap: Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, terdiri dari:.IMPARSIAL, LBH Surabaya Pos Malang, LBH Jakarta, YLBHI, PBHI Nasional, KontraS, Setara Institute, Public virtue, ICJR, WALHI, LBH Masyarakat, LBH Pers, ELSAM, HRWG, Centra Initiative, ICW. arahubung: Hussein Ahmad, Teo Reffelsen, M. Hikari Ersada, Julius Ibrani.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tunjukkan Performa Tangguh di Final Tournament Mini Soccer PROPAMI CUP V 2024
16 Tim Berkompetisi di Turnamen Mini Soccer V PROPAMI 2024: Momen Meriahkan HUT Pasar Modal dan Bhayangkara
Kaesang Pangarep Tanggapi Gibran Rakabuming Terima Pinangan Partai Golkar sebagai Cawapres Prabowo
Karirnya Melejit Lewat Hobi Game, Ini Kata Yanshen Lim
LOC Fokus Membuka Stan Informasi Tiket demi Memastikan Kemudahan Akses Penonton
Pertandingan Sepak Bola Piala Dunia U-17 2023, Gibran: Solo Siap, Stadion Manahan Telah Dipersiapkan
Final Sepakbola Sea Games-32 di Kamboja, Indonesia VS Thailand: Inilah Saatnya Indonesia Bersatu!
Skuad Bulutangkis Indonesia Rebut Juara Bulutangkis Turnamen Indonesia Masters
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 19:20 WIB

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tunjukkan Performa Tangguh di Final Tournament Mini Soccer PROPAMI CUP V 2024

Sabtu, 29 Juni 2024 - 13:38 WIB

16 Tim Berkompetisi di Turnamen Mini Soccer V PROPAMI 2024: Momen Meriahkan HUT Pasar Modal dan Bhayangkara

Minggu, 22 Oktober 2023 - 14:55 WIB

Kaesang Pangarep Tanggapi Gibran Rakabuming Terima Pinangan Partai Golkar sebagai Cawapres Prabowo

Kamis, 7 September 2023 - 13:36 WIB

Karirnya Melejit Lewat Hobi Game, Ini Kata Yanshen Lim

Senin, 26 Juni 2023 - 20:04 WIB

LOC Fokus Membuka Stan Informasi Tiket demi Memastikan Kemudahan Akses Penonton

Senin, 26 Juni 2023 - 16:50 WIB

Pertandingan Sepak Bola Piala Dunia U-17 2023, Gibran: Solo Siap, Stadion Manahan Telah Dipersiapkan

Senin, 15 Mei 2023 - 09:15 WIB

Final Sepakbola Sea Games-32 di Kamboja, Indonesia VS Thailand: Inilah Saatnya Indonesia Bersatu!

Senin, 30 Januari 2023 - 15:58 WIB

Skuad Bulutangkis Indonesia Rebut Juara Bulutangkis Turnamen Indonesia Masters

Berita Terbaru