Betrokan Berdarah di Smelter Morowali, Bukan Salah TKA China Tapi Salah Pemerintah

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 20 Januari 2023 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan karyawan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali saat menggelar aksi demo serentak Selasa (27/12/2022). (Instagram.com/@kabarmorowali)

Ribuan karyawan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali saat menggelar aksi demo serentak Selasa (27/12/2022). (Instagram.com/@kabarmorowali)

ARAHNEWS.COM – Sangat memprihatinkan situasi bentrokan antara Tenaga Kerja Indonesia dengan Tenaga Kerja Asing di PT. GNI Morowali.

Perusahaan asing tambang nikel yang dimiliki pengusaha China sudah mulai menuai konflik diantara pekerja.

Bentrokan yang menelan korban jiwa ini akan menjadi isu sensitif. Peristiwa ini akan mengukir kebencian di hati penduduk pribumi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang tentunya menjadi preseden buruk atas situasi di Morowali dan menjadi trigger persoalan yang lebih besar di kemudian hari.

Keberadaan TKA Cina yang terus berdatangan dan menggeser peranan tenaga kerja lokal dan ketimpangan perlakuan ekonomi antara TKA dengan TKI ini akan menjadi bom waktu.

Pemerintah tidak boleh hanya menerangkan bahwa pelaku penyerangan adalah para tenaga kerja lokal tanpa ditelusuri secara komprehensif akar persoalannya.

Karena jika ada justifikasi bahwa penyebabnya adalah TKI maka akan ada sikap solidaritas dari penduduk pribumi yang dapat memicu situasi yang lebih buruk.

Ini dampak jika investor asing menjadi dominan dalam mengambil keuntungan dari kekayaan alam dalam negeri.

Pemerintah sudah sangat salah kaprah dalam memberikan karpet merah kepada investor asing secara berlebihan.

Merelakan SDA dinikmati sebesar-besarnya oleh asing daripada rakyat negeri sendiri.

Faktanya TKA Cina terus berdatangan yang ternyata bukan hanya tenaga ahli melainkan level buruh kasar dengan tingkat penghasilan lebih tinggi.

Dari pada buruh-buruh lokal yang semestinya keberadaan perusahaan-perusahaan tambang ini menjadi panggung utama bagi masyarakat lokal untuk bisa mendapatkan kesejahteraan.

Alasan bahwa keberadaan TKA ini untuk transfer knowledge dan teknologi hanyalah sebuah kedustaan besar.

Untuk melegalkan masuknya para pekerja asing tersebut, karena pada kenyataannya tidak terlihat adanya pergantian pekerja dari asing kepada lokal sebagai wujud transfer knowledge tersebut.

Hal ini bisa dilihat juga pada proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang sempat terjadi kecelakaan beberapa waktu yang lalu.

Para pekerjanya semuanya asing padahal proyek ini sudah berlangsung dari tahun 2014. Artinya transfer knowledge ini tidak pernah terjadi.

Jika ditanya peristiwa-peristiwa ini kesalahan siapa maka pemerintahlah yang semestinya disalahkan.

Karena telah memberikan karpet merah kepada asing dengan kebijakan yang lebih memberikan keuntungan kepada asing daripada kepada negeri sendiri.

Adapun investor khususnya Cina dalam hal ini menjadi suatu kewajaran jika ingin memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya melalui proyek-proyek seperti ini.

Jika benar buruh-buruh kasar Cina yang datang ke Indonesia untuk mengerjakan proyek-proyek seperti di PT. GNI Morowali dan juga KCJB, maka yang mengizinkan masuknya para TKA Cina tersebut patut dilabeli sebagai pengkhianat negara.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis
Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Analisis BI: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Lebih dari 5,1 Persen
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:32 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Jumat, 19 September 2025 - 11:31 WIB

7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis

Sabtu, 13 September 2025 - 17:31 WIB

Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona

Berita Terbaru