Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar untuk Kendaraan Listrik, Perkuat Juga Industri Baterai

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 19 September 2022 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno. (Dok. Dpr.go.id)

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno. (Dok. Dpr.go.id)

ARAH NEWS – Target menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil baterai bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) telah diupayakan oleh berbagai pihak, salah satunya adalah dengan pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berharap Indonesia tak sekadar menjadi target pasar terlebih setelah masuknya beberapa investor asing pada industri tersebut.

Pada Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur MIND ID, Direktur Utama PT Antam dan Direktur Utama IBC di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Senin, 19 September 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eddy menyinggung banyaknya investasi yang berujung hanya menjadikan Indonesia sebagai negara pasar alih-alih menjadi basis ekspor.

Dalam pengembangan dan produksi baterai EV, IBC sendiri telah melakukan kerja sama dengan perusahaan Tiongkok PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution dari Korea Selatan.

“Ini kita ada kerja sama dengan LG, kerja sama dengan CBL mungkin kerja sama dengan siapa lagi di masa mendatang. Cuma masalah kita ini klasik.”

“Indonesia selalu gagal untuk menarik investasi yang kemudian dipergunakan sebagai basis kita untuk ekspor. Jadi Indonesia ujung-ujungnya apa? Market aja.”

“LG investasi di sini oh melihat market Indonesia besar, CBL investasi oh lihat market-nya besar jadi ujung-ujungnya kita hanya menyediakan market,” ujar Eddy saat memimpin rapat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengemukakan harapannya agar industri baterai EV nasional yang sedang dibangun dapat dapat meramaikan pasar internasional melalui pasar ekspor.

Eddy juga menekankan agar teknologi yang dikembangkan dalam baterai EV produksi Indonesia bisa bermanfaat secara global.

“Jadi kami berharap bahwa konsep pengembangan IBC kedepannya itu tidak hanya sebatas pada produksi baterai saja, tapi ya ujung-ujungnya harus ada peluang untuk kita meningkatkan ekspor.”

“Jadi teknologinya ini bukan teknologi yang kemudian (hanya) dimanfaatkan Indonesia, untuk Indonesia tapi memang harus secara lebih global lagi di kebermanfaatannya,” tutup legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat III tersebut.

Menanggapi pernyataan yang diutarakan oleh Eddy, Direktur Utama IBC Toto Nugroho menjelaskan bahwa adanya peluang besar untuk melakukan ekspor baterai EV yang akan diproduksi oleh IBC.

Toto menambahkan, diperkirakan 60-70 persen dari jumlah produksi yang telah disepakati dapat didistribusikan ke pasar global.

“Dari sisi produksi dari yang sudah direncanakan commit, meski dengan kondisi indonesia demand itu nanti sekitar 60-70 persen peluang untuk diekspor Pak, karena jumlahnya cukup besar dan (harga) kita masih kompetitif.”

“Ini yang sama-sama kita dorong bahwa baterai ini bukan hanya untuk konsumsi domestic, tapi kita juga jadi basis untuk regional battery EV,” jelas Toto pada rapat tersebut.

PT Industri Baterai Indonesia atau yang dikenal dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) merupakan anak perusahaan dari MIND ID, PLN, Pertamina, dan Antam.

Konsorsium BUMN ini mengemban tugas pengembangan industri baterai kendaraan listrik di tanah air dari hulu ke hilir secara terintegrasi.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis
Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Analisis BI: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Lebih dari 5,1 Persen
Era Baru Komunikasi Digital Perusahaan Dengan Galeri Foto Pers
IHSG Berpeluang Tembus 8.000, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pendorong Psikologis

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:29 WIB

Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Jumat, 19 September 2025 - 11:31 WIB

7 Cara Memilih Payout Service Provider Terpercaya untuk Transaksi Bisnis

Sabtu, 13 September 2025 - 17:31 WIB

Di Tengah Koreksi, Sektor Konsumsi Tetap Menjadi Primadona

Jumat, 12 September 2025 - 15:56 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru