Oleh: Prof. Dr. Didik Junaedi Rachbini, Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
ARAHNEWS.COM – Seperti Rizal Ramli, saya mendapat undangan Pak Jokowi untuk perkawinan Kaesang.
Namun berbeda dengan Ekonom senior yang dikenal populer dengan nama RR, saya berniat hadir untuk menghormati yang mengundang, dalam hal ini Presiden RI dan ibu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa saya memutuskan untuk hadir dan merasa wajib hadir dalam undangan tersebut?
Selain untuk menghormati niat baik presiden mengundang ekonom dan tokoh-tokoh di luar pemerintahan.
Presiden juga hadir 4 kali memenuhi undangan saya dan teman-teman Indef yang setiap tahun sejak tahun 2016 sampai tahun 2022 selalu mengadakan sarasehan atau pertemuan forum 100 ekonom.
Presiden tidak pernah absen menghadiri undangan yang saya kirim dan saya tanda tangani langsung untuk hadir dalam sarasehan 100 ekonom tersebut.
Baca Juga:
Presiden mengundang juga tokoh-tokoh kritis. Saya pun setiap saat selalu kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi.
Sikap kritis ini bukan merupakan sikap tidak suka, tetapi merupakan tanggung jawab intelektual ekonom terhadap perjalanan bangsa dan masa depan demokrasi, yang masih seumur jagung.
Saya lebih kritis lagi dan banyak tokoh lain karena proses demoklrasi check and balance tidak berjalan dan DPR banci setelah 82 persen fraksi bergabung di pemerintahan.
Jadi, hubungan sosial kemanusiaan dan sikap kritis sangat bisa dibedakan dan tidak perlu dicampuraduk.
Saya merasa wajib memenuhui undangan karena meruypakan niat baik menjalin hubungan sosial sebagaimana biasanya.
Seperti saya sebut tadi presiden, selalu menghadiri undangan saya dan rekan-rekan Indef sejak Sarasehan 100 ekonom pertama Desember 2016 sampai sarasehan keempat bulan oktober 2022 yang lalu.
Tidak hanya menghadiri undangan para ekonom, Presiden juga mengundang 20 ekonom (4 ekonom dari INDEF) ke Istana bulan Agustus 2022 yang lalu.
Saya mendapat undangan itu hanya 10 jam sebelumnya. Saya baru tiba 3 jam di Yogya, kembali ke Jakarta lagi untuk menghadiri pertemuan tersebut.
Tetapi karena PCR terbit 2 jam terlambat, saya keluar dari parkir istana pulang ke rumah.
Jadi, tanggal 11 Desember nanti saya hadir memenuhi undangan Presiden Jokowi dan Ibu.
Baca Juga:
Pabrik KT&G di Indonesia Raih Sertifikat “ISO 45001”
Saya mendoakan agar acara tersebut lancar dan kedua mempelai nanti akan menjadi suami isteri yang mendapat limpahan karunia Allah swt, serta mendapat keturunan yang soleh dan soleha.***










