ARAHNEWS.COM – Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada penghujung tahun 2022 menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkorelasi terhadap elektabilitas Ganjar Pranowo.

Ia menjelaskan bahwa secara umum sebanyak 71,3 persen warga secara nasional merasa cukup dan sangat puas dengan kinerja Jokowi sebagai Presiden, sementara yang menyatakan kurang dan tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi sebanyak 27,1 persen.

“Kita temukan pola, konsisten ini. Ketika approval Presiden naik, itu elektabilitas Ganjar ikutan naik,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (Indikator) Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil survei secara daring sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Rabu.

Sementara, kata Burhanuddin, ketika approval rating Presiden Jokowi turun, maka elektabilitas Ganjar juga ikut turun.

Ia menilai korelasi approval rating antara Jokowi terhadap dukungan Ganjar lantaran keduanya bernaung di partai yang sama yakni PDI Perjuangan (PDIP).

“Jadi elektabilitas Ganjar diframe oleh approval rating Pak Jokowi. Mudah ya menjelaskannya, sama-sama dari PDI Perjuangan, mungkin Ganjar dianggap sebagai ‘little Jokowi’.”

“Tapi poinnya adalah polanya itu ngikutin approval rating Presiden Jokowi,” ujarnya.

Sebaliknya, kata dia lagi, Anies Baswedan justru lebih banyak mendapat dukungan publik dari mereka yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi sebagai Presiden.

“Kita lihat Mas Anies itu lebih banyak mendapat dukungan dari mereka yang tidak puas terhadap kinerja Pak Jokowi, masalahnya yang tidak puas overall cuma 27 persen,” ujarnya pula.

Adapun, ujar dia lagi, korelasi approval rating antara kinerja Presiden Jokowi dengan dukungan publik terhadap Prabowo Subianto berimbang baik yang menyatakan puas ataupun tidak puas.

“Yang tidak puas juga sedikit lebih banyak yang masih bertahan memilih Pak Prabowo, termasuk yang puas, mereka yang puas terhadap Pak Jokowi pun mulai memilih Pak Prabowo,” katanya lagi.

Survei yang dilakukan pada 1 hingga 6 Desember 2022 ini dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1.220 responden.

Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.