Timsus Polri Harus Telusuri dari Mana Temuan Uang di Rumah Irjen Ferdy Sambo Berasal

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 23 Agustus 2022 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. (Instagram.com/@divpropampolri)

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. (Instagram.com/@divpropampolri)

ARAH NEWS – Polri adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik sekelompok orang.

Oleh karena itu bila ada diagnosis penyakit di tubuh Polri sudah tingkat stadium gawat, maka segera putuskan untuk melakukan bedah operasi.

Jangan sampai pasien yang bernama Ibu Pertiwi ini tidak tertolong. Izin yang berhak di tangan Presiden.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia lah yang harus tanggung jawab untuk perintahkan dokter membedah kanker ganas tersebut.

Bila benar ditemukan uang sebesar Rp 990 milliar, mestinya Timsus Polri yang notabene adalah Tim Khusus Anti Koruptor harus telusuri juga dari mana uang itu berasal.

Kasus pembunuhan Briigadir Jhosua hanyalah petunjuk semata dari motif pembunuhan itu sendiri.

Kami melihat keraguan Kapolri dalam kinerja tim yang telah dibentuknya.

Mungkinkah kurang Respon Timsus Polri selama ini karena masih ada sebagian Geng Sambo di tubuh Mabes Polri?

Mengingat Satgassus sudah berurat- berakar mirip rotan hutan. Agar Kapolri sukses dan mampu sikat bersih, tumpaskan ke akar-akarnya.

Saat ini adalah momen yang paling tepat terkait terbunuhnya Brigadir Josua. DPR jangan memisahkan kasus ini dengan geng judi narkoba, prostitusi dan sebagainya.

DPR harus buka sampai ke akar-akarnya bila ingin sikat bersih. Jangan sampai masyarakat menilai gigi anggota DPR pun kotor pula.

Lihatlah, apa yang disampaikan dalam pokok pembahasan Menko Polhukam Mahfud yang ingin DPR pun harus buka-bukaan.

Rakyat telah semakin cerdas menilai. Buktinya, ada tagar agar KPK bubar saja bila tidak mampu membersihkan negeri ini dari para koruptor.

Budaya pemberian amplop di DPR merupakan indikasi keterlibatan Dewan dalam pengawasan sangat lemah selama ini terhadap mitra kerja di Komisi III.

Oleh: Suta Widhya SH, Pengacara Rakyat.***

Buat yang hobby berbagi tulisan artikel atau opini (pendapat, pandangan dan tanggapan) ayo menulis, artikel dapat dikirim lewat WhatsApp ke: 0855-7777888.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi
Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Berita Terbaru