Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Kejagung memprioritaskan PT Acset sebagai tersangka pertama kasus dugaan korupsi Tol MBZ. Mengapa korporasi lain belum tersentuh? Berikut strategi dan pertimbangannya.

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3. Jalan Tol MBZ yang kini disorot karena kasus dugaan korupsi. (Instagram.com @official.jasamarga)

3. Jalan Tol MBZ yang kini disorot karena kasus dugaan korupsi. (Instagram.com @official.jasamarga)

MENGAPA hanya satu korporasi yang dijerat, padahal proyek Tol MBZ melibatkan banyak pihak besar?

Pertanyaan itu kini mengemuka setelah Kejaksaan Agung mengungkap alasan strategis di balik langkahnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebut langkah ini bukan kebetulan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu strategi penyidik. (Penetapan tersangka korporasi) bertahap dulu,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan, penyidik di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memprioritaskan pihak tertentu terlebih dahulu.

“Teman-teman penyidik punya pertimbangan tersendiri. Diprioritaskan dulu yang menjadi prioritas,” katanya.

Hingga kini, baru PT Acset Indonusa Tbk yang berstatus tersangka korporasi.

Perusahaan ini tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Peran PT Acset dalam Proyek Tol MBZ

PT Acset Indonusa Tbk adalah kontraktor publik dengan rekam jejak panjang di proyek infrastruktur nasional.

Dalam proyek Tol MBZ, peran perusahaan ini mencakup pengerjaan konstruksi di segmen vital.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, perusahaan mencatat pendapatan tahunan lebih dari Rp3 triliun, dengan laba yang fluktuatif akibat tekanan biaya proyek.

Model bisnisnya berfokus pada jasa konstruksi, didukung kompetensi di bidang desain dan manajemen proyek.

Visi perusahaan adalah menjadi penyedia solusi konstruksi terkemuka di Asia Tenggara, dengan nilai inti integritas, inovasi, dan keberlanjutan.

Namun, keterlibatan dalam perkara hukum ini berpotensi mengguncang reputasi dan strategi pertumbuhan jangka panjang.

Benang Merah Keterlibatan Korporasi Lain

Sumber di internal proyek mengakui, pembangunan Tol MBZ melibatkan banyak kontraktor besar.

Selain PT Acset, ada PT Waskita Karya, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Aria Jasa Reksatama.

Pada 29 Juli 2025, penyidik memeriksa empat saksi kunci.
Mereka adalah BW (Direktur Teknik PT JJC 2016–2020), IK (Presiden Direktur PT Bukaka Teknik Utama).

Lalu, EY (Project Management Senior PT Aria Jasa Reksatama), dan SDT (Tenaga Teknik PT Aria Jasa Reksatama 2017–2020).

Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini membuka pertanyaan soal tata kelola proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

Apakah ada celah dalam sistem pengadaan dan pengawasan yang memungkinkan praktik korupsi terjadi?

Risiko Bisnis dan Dampak Sosial

Kasus ini memunculkan risiko besar bagi PT Acset, mulai dari kerugian finansial hingga kehilangan kepercayaan investor.

Harga saham bisa tertekan, sementara proyek-proyek baru mungkin tertunda.

Dari sisi operasional, penetapan tersangka dapat mengganggu kelancaran pekerjaan konstruksi dan hubungan dengan mitra bisnis.

Apalagi, kompetitor seperti PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk berpotensi memanfaatkan situasi ini untuk merebut pangsa pasar.

Di sisi lain, publik menuntut transparansi dan tanggung jawab sosial.

Perusahaan konstruksi dengan skala besar diharapkan memiliki program CSR yang nyata, termasuk mitigasi dampak lingkungan dari proyek elevated seperti Tol MBZ.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik
Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan
Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tanggapi Isu Tentang Resufle Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Tanggapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia
Gusdurian Minta Usut Tuntas, Pagar Laut Bukti Pelanggaran Hukum Pihak Tertentu dan Pemerintah
Ketua KPK Tanggapi Soal Kabar Belum Ditahannya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Karena Alasan Politik

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:42 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 08:47 WIB

Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII

Berita Terbaru