PPP Tanggapi Pernyataan PDIP Soal Siap Gabung dengan Koalisi Besar Asalkan Usung Capres dari PDIP

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 8 April 2023 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi. (Dok. DPR.go.id)

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi. (Dok. DPR.go.id)

ARAHNEWS.COM  – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyebut hendaknya PDI Perjuangan (PDIP) memastikan terlebih dahulu untuk ikut bergabung dengan koalisi besar ketimbang membicarakan syarat tertentu untuk bergabung, seperti bakal calon presiden yang diusung harus dari partainya.

“Kalau kemudian ada syarat-syarat tertentu ya kita duduk bareng dulu, kita berkoalisi dulu, baru membicarakan,” kata Awiek sapaan karib Achmad Baidowi ketika dihubungi di Jakarta, Kamis 6 April 2023.

Alih-alih melontarkan pernyataan ke publik, Awiek juga menilai bahwa kesepakatan-kesepakatan sedianya dapat diupayakan melalui pembicaraan tertutup yang dibangun antarketua umum partai politik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan dibicarakan di ruang media luar atau di publik karena seringkali apa yang ditangkap publik itu tidak seperti yang terjadi di lapangan sebenarnya,” ujarnya.

Baca artikel penting lainnya di media online Terkinipost.com – salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Untuk itu, dia mengingatkan PDIP untuk memperhatikan posisinya saat ini terlebih dahulu dalam mengemukakan pernyataan publik.

“Jadi sebaiknya kita bisa cooling down memposisikan sesuai porsi masing-masing,” ucapnya.

Namun Awiek menyebut terbuka jika PDIP ingin bergabung dengan koalisi besar yang saat ini tengah proses penjajakan untuk dibentuk dengan menyatukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

“Kalau koalisi besar terjadi dan PDIP gabung ya Alhamdulillah, tapi itu semua masih penjajakan belum ada yang pasti,” tuturnya.

Terlepas dari wacana koalisi besar, dia menegaskan bahwa sejauh ini KIB yang terdiri dari PPP, PAN, dan Partai Golkar pun sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden.

“Yang jelas KIB hari ini sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon presiden,” kata dia.

Sebelumnya, Selasa (4/4), Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan bahwa PDIP wajar apabila menginginkan posisi bakal calon presiden apabila bergabung dengan koalisi besar.

“PDIP itu sendiri bisa, tapi kami PDIP yang selalu berteriak membangun bangsa dengan cara gotong royong. Itu artinya PDIP enggak mau sendirian, akan bekerja sama. Nah, pada titik itu, PDIP kalau ngambil posisi capres, ya wajar-wajar saja, make sense lah. Bukan mau-maunya PDIP, enggak seperti itu, logic, sangat rasional,” kata Said di Jakarta.

Dalam acara Silaturahmi Ramadhan yang digelar oleh PAN di Kantor DPP PAN Jakarta, Minggu (2/4), hadir Ketua Umum PAN yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta para tokoh partai politik lainnya.

Artinya ada dua koalisi hadir dalam silaturahmi tersebut yaitu Koalisi Indonesia bersatu yang dibentuk sejak 4 Juni 2022 dengan anggota Partai Golkar, PPP dan PAN serta Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKB.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ
Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik
Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan
Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tanggapi Isu Tentang Resufle Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Tanggapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia
Gusdurian Minta Usut Tuntas, Pagar Laut Bukti Pelanggaran Hukum Pihak Tertentu dan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:42 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 08:47 WIB

Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII

Berita Terbaru