Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Mobilisasi Ekspor Komoditas Tambang dan Sawit

- Pewarta

Senin, 8 Agustus 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah Sawit, (Pixabay.com/feelphotoz )

Buah Sawit, (Pixabay.com/feelphotoz )

ARAH NEWS – Pengusaha bergairah karena mendapat keuntungan lebih karena dapat memperoleh BBM dengan harga sepertiga harga keekonomian.

Sumber pertumbuhan kita sekarang kalau dari sisi produksi memang dari tambang teruatka batubara, nickel, dan bahan tambang lainnya. Selain itu juga dari perkebunan sawit.

Sementara yang lain memang belum membaik. Kondisinya masih terpuruk. Sehingga dari pendekatan output produksi semua sumber pertumbuhan akan berasal dari tambang dan sawit.

Sumber pertumbuhan dari pendekatan pengeluaran berasal dari pertumbuhan sektor pergudangan, transportasi dan mobilisasi sumber daya alam hingga ekspor komodotas tersebut.

Sementara dari sisi pengeluaran pemerintah, konsumsi dan investasi masih melemah.

Salah satu ciri mengapa ekonomi tumbuh ini adalah fakta di dalam negeri terdapat peningkatan significant dalam konsumsi energi.

Yakni BBM pertalite dan solar, yang meningkat significant. Ini digunakan untuk mengangkut logistik terutama solar dan Batubara.

Perkiraan konsumsi solar dan pertalite tahun ini bisa meningkat antara 20-25 persen.

Berarti angkutan logistik dan komoditas akan meningkat cukup besar karena digunakan untuk keperluan mobilisasi sumber daya alam ke pasar ekspor.

Penopang utama pertumbuhan ekonomi ini jelas konsumsi BBM bersubsidi.

Ini menjadi tambahan keuntungan bagi sektor pengangkutan dan ekspor sawit dan Batubara adalah konsumsi solar dan pertalite bersubsidi.

Mereka mendapat keuntungan berganda yakni memperoleh BBM 1/3 dari harga keekonomian.

Saya rasa subsidi solar dan pertalite inilah yang menggairahkan sektor transportasi, pergudangan hingga ekspor sawit dan Batubara serta bahan tambang lainnya yang sekarang memang harga di internasional sedang tinggi.

Kesempatan ini akan digunakan oleh pemerintah untuk mengeruk sebanyak banyaknya sumber daya alam untuk merespon harga komoditas yang naik.

Ini adalah rejeki besar pemerintah yang akan menyelenggarakan G20 nanti dengan agenda utama transisi energi, digitalisasi dan penuntasan covid 19. Semoga pemerintah tambah banyak uangnya.

Hanya saja presiden Jokowi perlu minta tolong kepada pengusaha agar uang hasil ekspor dibawa masuk ke Indonesia, jangan seperti sekarang semua uangnya disimpan diluar negeri.

Berdasarkan data bank Indonesia posisi cadangan devisa Indonesia semakin anjlok. Cadangan Devisa juni 2022 sebesar USD 136,379 miliar turun ke Juli 2022 menjadi USD 132,173 miliar.

Kecil men. Dibandingkan tahun lalu posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2021 tetap tinggi sebesar USD 144,9 miliar.

Menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2021 sebesar USD 145,9 miliar.

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti pada Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).***

Berita Terkait

BNSP Turut Hadir: Konvensi Nasional Bahas Standar Kompetensi untuk SDM Jasa Keuangan
OJK Jambi Apresiasi Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: Harapkan Peningkatan Literasi Keuangan
Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional, Bapanas Menjaga Harga yang Baik di Tingkat Produsen
Stabilitas Suku Bunga: Tantangan bagi IHSG yang Berpotensi Menyebabkan Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri
Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik
Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:27 WIB

BNSP Turut Hadir: Konvensi Nasional Bahas Standar Kompetensi untuk SDM Jasa Keuangan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 19:29 WIB

OJK Jambi Apresiasi Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: Harapkan Peningkatan Literasi Keuangan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 13:32 WIB

Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional, Bapanas Menjaga Harga yang Baik di Tingkat Produsen

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:19 WIB

Stabilitas Suku Bunga: Tantangan bagi IHSG yang Berpotensi Menyebabkan Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:29 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:56 WIB

Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:40 WIB

Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan

Berita Terbaru