Kurangnya SDM yang Memadai Jadi Tantangan untuk Terapkan Pertanian Modern di Indonesia

- Pewarta

Rabu, 25 Mei 2022 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan pertanian sudah mengarah ke sistem pertanian modern dan penggunaan teknologi 4.0. (Dok. Kementan.go.id)

Pembangunan pertanian sudah mengarah ke sistem pertanian modern dan penggunaan teknologi 4.0. (Dok. Kementan.go.id)

ARAH NEWS – Di era globalisasi saat ini penggunan teknologi berkembang sangat pesat.

Dalam pertanian sendiri Indonesia telah memasuki era industri 4.0, yaitu penerapan pertanian modern.

Di bidang pertanian, banyak teknologi yang telah dikembangkan dan dapat digunakan mulai dari penanaman hingga panen. Namun pertanian modern ini belum dapat diterapkan dengan baik.

Ada berbagai tantangan dalam menerapkan pertanian modern ini seperti sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta inovasi di sektor pertanian.

Saat pandemi covid-19 melanda, sektor-sektor lain mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun sektor pertanian justru meningkat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.

Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan 7,07% pada kuartal kedua tahun 2021.

Untuk menjaga dan meningkatkan momentum tersebut, Kementerian Pertanian mengajak para petani muda untuk mengimplementasikan Internet of Things.

Namun pada saat ini kebutuhan sumber daya manusia dalam bidang pertanian sangat mendesak.

Sementara petani yang berusia dibawah 45 tahun hanya ada 29% penduduk dan memiliki tingkat pendidikan yang masih terbilang sangat rendah.

Banyak lulusan pertanian yang tidak bekerja di ruang lingkup dan industri pertanian. Industri beranggapan bahwa keahlian dan pengalaman mereka belum mumpuni.

Lalu, seiring berkembangnya zaman, teknologi juga semakin canggih. Namun pemanfaatan teknologi di bidang pertanian ini belum maksimal.

Masih banyak petani yang belum memahami penggunaan teknologi maupun alat-alat pertanian modern.

Di era digitalisasi saat ini, inovasi dalam sektor pertanian juga dibutuhkan agar pertanian Indonesia memiliki daya saing.

Jika pertanian Indonesia tidak meningkatkan inovasi, maka kita akan dikalahkan zaman dan akan tertinggal oleh negara lain.

Sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan Teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan masa depan. Itu juga ide dari Presiden Jokowi.

Pertanian 4.0 merupakan motor penggerak perekonomian nasional dan perlu dibarengi dengan mempersiapkan sumber daya manusia dan perubahan paradigma untuk perkembangan sektor pertanian.

Generasi millenial menjadi peranan penting bagi penerapan pertanian modern ini. Karena diharapkan dapat mengambil peran yang signifikan dalam sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, generasi milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

Salah satu negara yang telah sukses menjalankan pertanian modern adalah negara Jepang. Kemajuan pertanian Jepang juga tercermin dalam perkembangan sistem pertanian urban.

Pesatnya perkembangan pertanian di negara Jepang ini harusnya menjadi pembelajaran serius bagi negara Indonesia.

Oleh : Putri Meyda Wijaya, Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Berita Terkait

BNSP Turut Hadir: Konvensi Nasional Bahas Standar Kompetensi untuk SDM Jasa Keuangan
OJK Jambi Apresiasi Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: Harapkan Peningkatan Literasi Keuangan
Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional, Bapanas Menjaga Harga yang Baik di Tingkat Produsen
Stabilitas Suku Bunga: Tantangan bagi IHSG yang Berpotensi Menyebabkan Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja
Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri
Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik
Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:27 WIB

BNSP Turut Hadir: Konvensi Nasional Bahas Standar Kompetensi untuk SDM Jasa Keuangan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 19:29 WIB

OJK Jambi Apresiasi Pelantikan DPW PROPAMI Jambi Raya: Harapkan Peningkatan Literasi Keuangan

Sabtu, 6 Juli 2024 - 13:32 WIB

Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional, Bapanas Menjaga Harga yang Baik di Tingkat Produsen

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:19 WIB

Stabilitas Suku Bunga: Tantangan bagi IHSG yang Berpotensi Menyebabkan Capital Outflow dari Pasar Modal Indonesia

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:29 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Perum Bulog Akan Akuisisi Sumber Beras dari Kamboja

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:57 WIB

Peresmian LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong Produktivitas dan Daya Saing Global Industri

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:56 WIB

Pelaku Pasar Optimis, CSA Index Juni 2024 Naik ke 60: Kinerja IHSG Diperkirakan Membaik

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:40 WIB

Wijanarko Pimpin Prakonvensi RSKKNI: Transformasi SDM Sektor Keuangan

Berita Terbaru