Menu

Mode Gelap
Rakyat Jangan Terjebak dalam Design Fitnah dan Provokasi yang Dikelola oleh Mafia Prabowo Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Silaturahmi dengan Kyai Ahmad Saidi 20 Plus Media Online FSMN Siap untuk Publikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatan Politik Anda Selama Lebaran, Uang Beredar di Lini Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Capai Rp72 Triliun Insya Allah 2024, Gus Dur Sempat Bilang Pak Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

Nusantara · 5 Mar 2022 18:59 WIB ·

Kekerasan Terhadap Wartawan Jeffry Barata Merupakan Tindak Pidana, Polisi Wajib Usut


					Kekerasan Terhadap Wartawan Jeffry Barata Merupakan Tindak Pidana, Polisi Wajib Usut Perbesar

ARAH NEWS – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, mendesak Kepolisian Republik Indonesia, untuk mengusut tuntas dan segera menangkap para pelaku penganiayaan.

Seperti diketahui, wartawan dan Ketua SMSI Kabupaten Mandailingnatal (Madina) Jeffry Barata Lubis dianiaya pada Jumat malam, 4 Maret 2022.

Penganiyaan yang dilatarbelakangi pemberitaan dan tugas jurnalistik tersebut, dilakukan oleh sekelompok orang dari elemen salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) setempat.

“Dengan sudah dilaporkannya secara resmi penganiayaan terhadap ketua SMSI Madina ke Polres setempat, maka kami mendesak kepolisian untuk mengusut dan memproses hukum para pelakunya.”

“Apabila sudah cukup alat bukti dan saksi, maka para pelaku harus segera ditangkap untuk diadili,” tegas Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus didampingi Ketua Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi, Makali Kumar SH.

Menurut Firdaus, pihaknya mendesak kepolisian, agar mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

Baca Juga:  Tersangka Pidana Korupsi Program Hibah Air Minum Kota Bitung Ditahan Polda Sulut

Para pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan mengadili para pelaku atas perbuatannya melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Makali Kumar menegaskan, para wartawan saat melaksanakan tugas jurnalis dilindungi undang-undang dan mematuhi kode etik jurnalistik.

Sehingga, apa yang dilakukan oleh sekelompok orang itu telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan melakukan tindak pidana yang diatur dalam KUHP.

“Dalam UU Pers itu, selain menjamin kebebasan pers di Indonesia, juga mengancam siapapun yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidanakan.”

“Apalagi yang dialami Ketua SMSI Madina, selain dihambat tugas jurnalistiknya, juga dianiaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, jelas Makali, perbuatan para pelaku penganiayaan Jeffry Barata Lubis (Ketua SMSI Madina), telah mencederai nilai-nilai kebebasan pers, dan telah melukai hak publik untuk memperoleh informasi.

Baca Juga:  SMSI Ungkap Kronologi Kasus Penganiayaan Wartawan, Terkait Pemberitaan Tambang Ilegal

Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan ini, merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP serta Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“SMSI Pusat mengutuk aksi kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku,” tutur Makali.

Firdaus sendiri telah menugaskan secara khusus Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat yang diketuai Makali Kumar SH untuk ikut monitor, dan membantu advokasi dalam kasus penganiayaan ketua SMSI Madina tersebut, sampai tuntas.

Makali Kumar SH yang juga berprofesi sebagai Advokat/Pengacara, saat dimintai keteranganya mengatakan, dirinya sebagai Ketua Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat, akan menjalankan tugas dari Ketua Umum SMSI.

Makali menilai kekerasan yang dialami Jeffry Barata Lubis (Ketua SMSI Kabupaten Madina), merupakan tindak pidana, yang melanggar setidaknya dua aturan.

Baca Juga:  2 Meninggal, 2 Hilang, dan Sebanyak 2.413 KK Terdampak Banjir Kota Serang

Yakni pasal 170 KUHP Jo pasal 351 ayat 2 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang dan penganiayaan, dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya lima tahun enam bulan penjara.

“Atas peristiwa ini, SMSI Pusat, mendesak pihak kepolisian yang sudah menerima laporan resmi dari korban, untuk menindaklanjuti secara objektif dan profesional,” jelas Makali.

Supaya kasus kekerasan terhadap jurnalis ini mendapatkan atensi serius dengan memeriksa semua pihak yang terlibat sebagai pelaku, baik langsung atau tidak langsung.

Setelah semua berkas penyidikan lengkap, kami menuntut pelakunya segera ditangkap untuk diadili, dan mereka menerima hukuman yang setimpal, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.***

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Tjong Samuel Laporkan Ati Sugiharti Terkait Kasus Pemalsuan Surat dalam RUPS

1 Mei 2022 - 20:45 WIB

India akan Kembangkan Pelabuhan Sabang, Geopolitik Asia Tenggara akan Semakin Menarik

28 Maret 2022 - 13:53 WIB

Respons Nany Widjaja Setelah Dituntut Kurungan Penjara 2 Tahun 6 Bulan oleh JPU

16 Maret 2022 - 16:07 WIB

Tokoh Pemuda Desa Gadu Timur Sumenep Sesalkan Penembakan Warga Berujung Maut

16 Maret 2022 - 15:31 WIB

SMSI Ungkap Kronologi Kasus Penganiayaan Wartawan, Terkait Pemberitaan Tambang Ilegal

5 Maret 2022 - 18:36 WIB

Polda Sulawesi Selatan Tangkap Oknum PNS Kabupaten Sinjai Karena Salahgunaan Narkoba

2 Maret 2022 - 15:38 WIB

Trending di Nusantara