Menu

Mode Gelap
Rakyat Jangan Terjebak dalam Design Fitnah dan Provokasi yang Dikelola oleh Mafia Prabowo Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Silaturahmi dengan Kyai Ahmad Saidi 20 Plus Media Online FSMN Siap untuk Publikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatan Politik Anda Selama Lebaran, Uang Beredar di Lini Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Capai Rp72 Triliun Insya Allah 2024, Gus Dur Sempat Bilang Pak Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

Nusantara · 28 Mar 2022 13:53 WIB ·

India akan Kembangkan Pelabuhan Sabang, Geopolitik Asia Tenggara akan Semakin Menarik


					Pelabuhan Balohan. (Dok. Dishub.acehprov.go.id) Perbesar

Pelabuhan Balohan. (Dok. Dishub.acehprov.go.id)

ARAH NEWS – Pemerintah akan segera mengembangkan Pelabuhan Sabang di Provinsi Aceh.

Pengembangan pelabuhan merupakan kerja sama antara Indonesia dan India serta menjadi bagian dari aktivitas gugus tugas konektivitas antara Aceh dan kepulauan Andaman-Nicobar.

Terkait Pengembangan Pelabuhan Bebas Sabang oleh Pemerintah India akan semakin menarik perhatian, khususnya terkait Geopolitik Kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, Pulau Sabang dan Negara India (Kepulauan Andaman Nicobar) berada di Samudera Hindia dimana merupakan jalur vital perdagangan dunia.

Sekitar lebih setengah dari seluruh kapal kontainer di dunia melewati Samudera Hindia, dan sepertiga lalu lintas kargo curah dunia, serta dua per tiga pengiriman minyak dunia melewati samudera ini.

Namun arti penting jalur pelayaran ini berbanding lurus dengan potensi ancaman keamanan di sekitarnya.

Visi India di kawasan Samudera Hindia tercermin dalam SAGAR yang berarti ocean (samudera), yang fokus pada keamanan dan pertumbuhan di kawasan.

Baca Juga:  Tersangka Pidana Korupsi Program Hibah Air Minum Kota Bitung Ditahan Polda Sulut

Salah satu implementasi dari kebijakan ini adalah dengan dibentuknya beberapa proyek pembangunan infrastruktur maritim. Proyek ini disebut dengan Project Sagarmala.

Proyek ini telah menghabiskan sekitar 70.000 rupee India untuk proyek infrastruktur dan lebih dari 1 triliun rupee India untuk upgrade 12 pelabuhan besar di India.

Untuk mewujudkan kebijakannya, India harus membangun iklim kepercayaan dan hubungan kerja sama yang baik dengan negara-negara tetangganya.

Heidelberg Institute for International Conflict
Research di tahun 2011 menyebutkan data bahwa kawasan Samudera Hindia merupakan kawasan yang paling bermasalah.

Dan berpotensi sekali untuk sebagai pemantik masalah baik itu kasus di negara-negara pantai sekelilingnya yang berpengaruh pada stabilitas jalur komunikasi kawasan atau bahkan masalah maritim langsung di Samudera Hindia.

Baca Juga:  2 Warga Meninggal Dunia dan 2 Orang Hiilang pada Kejadian banjir di Kota Serang, Banten

Jumlah kasus pertahun yang adalah kejahatan maritim yang marak terjadi di kawasan regional ini seperti pembajakan (piracy), perompakan bersenjata di laut (armed robbery at sea).

Juga sengketa wilayah, terorisme dan pelibatan negara adikuasa di jalur pelayaran Samudera Hindia.

Sedangkan, persoalan lainnya seperti perdagangan gelap melalui laut (illicit trafficking by sea)

Di ujung barat Indonesia, terdapat sebuah kawasan yang dinamakan segitiga emas bahari Saphula. Kawasannya mencakup Sabang-Phuket-Langkawi.

Pesona lautnya menjadi sebuah potensi besar untuk menarik wisatawan. Jadi tak salah jika gelaran Sabang Marine Festival (SMF) 2018 hadir untuk mengeksplor segitiga emas ini. Mengusung ‘Sabang-Golden Marine Tourism Triangle’.

Kawasan Saphula dapat dibangkitkan jika Sabang telah menemukan Investor yang tepat. India menjadi jalan membuka jalur ekonomi Saphula khususnya gugusan pulau di wilayah Sabang Aceh.

Baca Juga:  Tjong Samuel Laporkan Ati Sugiharti Terkait Kasus Pemalsuan Surat dalam RUPS

Harapannya Sabang dapat diberikan kesempatan seluas-luasnya dikelola oleh asing dengan perjanjian MoU yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menjadikan Sabang sebagai destinasi Kapal Pesiar Internasional.

Bayangkan sekali kapal pesiar dunia singgah di Sabang saja berapa pendapatan dari situ/atau biaya sewa dermaga yang masuk ke kas daerah tersebut, pasti kawasan itu akan semakin dilirik Internasional

Provinsi kita terutama wilayah Utara Aceh ini dijalur transnasional, jalur maritim dunia, jalur pusat perdagangan, dan Bahkan Jalur Pengungsi Internasional pencari Suaka.

Opini: Muhammad Ichsan, S.Pd, M.Hum, Alumni Magister Kajian Asia Tenggara, Universitas Indonesia dan Staff Ahli Ketua Komite I DPD RI.***

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Tjong Samuel Laporkan Ati Sugiharti Terkait Kasus Pemalsuan Surat dalam RUPS

1 Mei 2022 - 20:45 WIB

Respons Nany Widjaja Setelah Dituntut Kurungan Penjara 2 Tahun 6 Bulan oleh JPU

16 Maret 2022 - 16:07 WIB

Tokoh Pemuda Desa Gadu Timur Sumenep Sesalkan Penembakan Warga Berujung Maut

16 Maret 2022 - 15:31 WIB

Kekerasan Terhadap Wartawan Jeffry Barata Merupakan Tindak Pidana, Polisi Wajib Usut

5 Maret 2022 - 18:59 WIB

SMSI Ungkap Kronologi Kasus Penganiayaan Wartawan, Terkait Pemberitaan Tambang Ilegal

5 Maret 2022 - 18:36 WIB

Polda Sulawesi Selatan Tangkap Oknum PNS Kabupaten Sinjai Karena Salahgunaan Narkoba

2 Maret 2022 - 15:38 WIB

Trending di Nusantara