Menu

Mode Gelap
Kasus Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi, Polda Jatim Sita 279,45 Ton Pupuk Rakyat Jangan Terjebak dalam Design Fitnah dan Provokasi yang Dikelola oleh Mafia Prabowo Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Silaturahmi dengan Kyai Ahmad Saidi 20 Plus Media Online FSMN Siap untuk Publikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatan Politik Anda Selama Lebaran, Uang Beredar di Lini Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Capai Rp72 Triliun

Politik · 31 Mar 2022 14:34 WIB ·

Apdesi Asli Kutuk Keras Opini Seolah-olah Organisasi Minta Perpanjangan Jabatan Presiden


					Presiden Joko Widodo membuka Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Silatnas APDESI). (Instagram.com/@sekretariat.kabinet) Perbesar

Presiden Joko Widodo membuka Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Silatnas APDESI). (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

ARAH NEWS – Assosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang legal dan tedaftar di Kemenhukham melakukan protes atas pencatutan nama APDESI dan penyesatan opini pada Silatnas Kepala Desa di Istora Senayan 29 Maret 2022.

Protes melalui pernyataan resmi APDESI yang ditandatangani Ketua Umum Arifin Abdul Majid dan Sekjen Muksalmina itu cukup menyentak.

Sekurangnya ada tiga butir penting dari “protes” nya itu pertama, mengutuk keras penggiringan opini seolah-olah organisasi meminta perpanjangan jabatan Presiden.

Kedua, mempertanyakan rekayasa penggunaan nama APDESI untuk kegiatan politik praktis.

Baca Juga:  Diadu Dengan Siapa Pun Prabowo menang Elektabilitas Hingga Tembus 60%

Ketiga mengusut aktor intelektual manipulasi dukungan perpanjangan masa jabatan Presiden 3 periode.

Silatnas Istora Senayan yang dihadiri Presiden Jokowi dan Luhut Panjaitan itu terasa nuansa politiknya.

Arahnya menuju deklarasi dukungan Jokowi tiga periode. Tentu dengan bahasa politik basa-basi.

Dua hal menonjol dari acara berbiaya besar ini. Pertama, penggiringan berupa penggeseran budaya partisipasi politik kepada mobilisasi politik.

Kedua, manipulasi politik (Manipol) dengan membohongi publik seolah-olah Presiden mendapat dukungan besar dari para Kepala Desa seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Silaturahmi dengan Kyai Ahmad Saidi

Ungkapan peserta mengarah pada agenda deklarasi dukungan perpanjangan tiga periode setelah lebaran.

Ada skenario membangun gerakan manipulasi politik untuk usungan dan deklarasi (Manipol Usdek). Gaya Orde Lama yang dicoba untuk dipraktekkan kembali.

Demokrasi bukan diarahkan pada pengembangan budaya partisipasi tetapi mobilisasi. Dulu usungan untuk Presiden seumur hidup.

Protes APDESI legal adalah perlawanan desa sejatinya. Murni berbasis idealisme yang didasari semangat untuk membersihkan desa dari obyek manipulasi politik.

Presiden jangan tertipu oleh aktor intelektual yang gencar membisikan bahwa dukungan rakyat masih benar-benar kuat.

Baca Juga:  Anggota DPR dari Gerindra Pilih Patuh Konstitusi Terkait Soal Penundaan Pemilu

Bisikan busuk yang membahayakan. Soekarno dan Soeharto jatuh disebabkan bisikan palsu tentang dukungan seperti itu.

Jokowi bersiap masuk dalam kubangan busuk dari berjuta kebohongan. Big dusta.
Pemerintahan Jokowi semakin goyah dan kehilangan kepercayaan diri.

Ketika dukungan melemah maka terpaksa harus berpura-pura kuat. Itulah mobilisasi, itulah manipulasi, dan itulah perlunya mencatut nama APDESI.

Selamat berkhayal bahwa posisi masih kuat dan dicintai rakyat. Preet…!

Opini: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Rakyat Jangan Terjebak dalam Design Fitnah dan Provokasi yang Dikelola oleh Mafia

9 Mei 2022 - 10:10 WIB

Prabowo Didoakan Jadi Pemimpin Indonesia Saat Silaturahmi dengan Kyai Ahmad Saidi

6 Mei 2022 - 10:36 WIB

Mengapa Jokowi Tak Shalat Bersama Menteri dan Pejabat Tinggi Lain di Masjid Istiqlal?

5 Mei 2022 - 08:08 WIB

Insya Allah 2024, Gus Dur Sempat Bilang Pak Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

4 Mei 2022 - 23:22 WIB

Kunjungi Jatim, Prabowo Silaturahmi ke Pondok Pesantren Walisongo dan Al-Qodiri

3 Mei 2022 - 18:38 WIB

Alasan PSI Mengambil Posisi Sebagai Partai Politik yang Sering Disebut Aneh

3 Mei 2022 - 09:45 WIB

Trending di Politik