Ternyata Ini Signal agar Rakyat Indonesia Bersiap Songsong Kejatuhan Nilai Tukar, Mampu?

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 13 September 2022 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Uang Dolar. (Pexels.com/Pixabay)

Ilustrasi Uang Dolar. (Pexels.com/Pixabay)

ARAH NEWS – Subsidi mencapai Rp. 700 triliun, uang darimana? Atau darimana uangnya? APBN tidak akan sanggup! Begitu kata presiden Jokowi.

Besar sekali memang angka subsidi BBM yang disebut presiden! Tapi apakah itu angka yang aktual terjadi dalam APBN 2022?

Bukan! Itu sinyalelemen bahwa ekonomi Indonesia akan memburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan ada faktor yang secara significant mengakibatkan angka subsidi membengkak secara tidak wajar. Apa itu?

Harga minyak tampaknya bukan merupakan faktor utama yang akan membengkak kan subsidi hingga hampir setara dengan penerimaan pajak saat ini.

Harga minyak akan flugtuatif naik turun, naik ke 120 dolar per barel atau turun kembali ke 80 dolar per barel. Lalu apa penyebabnya?

Hampir pasti adalah nilai tukar. Mengapa nilai tukar? Karena nilai tukar adalah faktur utama kerentanan ekonomi Indonesia.

Sekarang nilai tukar Indonesia hampir mendekati kondisi pada krisis 98.

Ke depan bahkan mungkin nilai tukar akan memburuk melewati level krisis yang pernah memporak porandakan negeri ini.

Pada era pemerintahan SBY 10 tahun lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berada pada kisaran rata rata Rp. 7000 – Rp. 8000 per USD.

Sementara rata rata nilai tukar di masa pemerintahan Jokowi Rp. 14. 000 – Rp. 15.000 per USD.

Apa yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa subsidi BBM bisa mencapai Rp. 7000 triliun bisa terjadi jika kurs sekitar Rp. 20.000- Rp. 25.000 per USD.

Mungkin kah? Mungkin saja. Nilai tukar Indonesia yang sekarang telah turun separuh dibandingkan masa presiden SBY.

Jadi kalau pemerintahan ke depan turun 1/3 dari nilai sekarang bukan hal yang tidak mungkin.

Mengapa kurs bisa merosot begitu besar. Bisa? Tahun ini 2022 devisa Indonesia menurun 12 miliar dolar dibandingkan tahun lalu.

Sementara utang luar negeri pemerintah Indonesia berkurang 13 miliar dolar dibandingkan tahun lalu. Ini adalah masalah serius.

Apa yang terjadi, pemerintah Indonesia tidak bisa mendapatkan aliran uang dalam mata uang asing yang selama ini menambal APBN.

Sementara capital outflows tidak bisa ditahan karena membiayai impor BBM dan membayar utang pemerintah yang sudah sangat besar. Hancurlah nilai tukar!

Benar kata teman saya, kalau para pengusaha bisa menahan agar aset mereka tidak berkurang separuh saja tahun tahun mendatang, maka itu sudah sangat hebat. Katanya.

Bisa jadi ini kemerosotan yang menyebabkan kehilangan 2/3 dari apa yang Indonesia miliki sekarang. Itulah bahayanya kemerosotan nilai tukar rupiah terhadap USD.*

Subsidi BBM Rp. 700 triliun adalah signal agar masyarakat Indonesia bersiap siap menyongsong kejatuhan nilai tukar.

Tidak ada yang dapat membendungnya. Pemain keuangan kelas dunia menikmatinya.

Bandit bandit keuangan di Indonesia telah bersiap dengan tidak menyimpan harta mereka dalam rupiah.

Dari dulu! Rasanya Jokowi tidak akan sanggup lagi.

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi
Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Berita Terbaru