6 Sikap KAMI, Termasuk Kecam Tindak Represif Aparat Terhadap Suporter dalam Tragedi Kanjuruhan

- Pewarta

Senin, 3 Oktober 2022 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

ARAH NEWS – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan empati dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah selesainya laga pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022.

KAMI menduga bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Bahwa penggunaan gas Air mata tersebut telah dilarang dan sangat jelas menyalahi ketentuan FIFA sebagaimana disebutkan dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19.

Yang menegaskan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.

KAMI menduga tindakan aparat dalam kejadian tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan antara lain sebagai berikut :

1. Perkapolri No.16 Tahun 2006 Tentang Pedoman pengendalian massa

2. Perkapolri No.01 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian

3. Perkapolri No.08 Tahun 2009 Tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI

4. Perkapolri No.08 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Lintas Ganti dan Cara Bertindak Dalam Penanggulangan Huru-hara

5. Perkapolri No.02 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Huru-hara

Atas pertimbangan tersebut, KAMI menyatakan:

1. Mendesak Kapolri, Ketua Umum PSSI, Dekom dan Direksi PT. Liga Indonesia Baru dan semua pihak terkait bertanggung jawab secara sosial dan moral terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan Malang.

2. Mengecam Tindak represif aparat terhadap penanganan suporter dengan tidak mengindahkan berbagai peraturan, terkhusus Implementasi Prinsip HAM POLRI;

3. Mendesak Negara untuk segera melakukan penyelidikan terhadap tragedi ini yang mengakibatkan Jatuhnya 182 korban jiwa (terpantau sampai tanggal 2 Oktober 2022) dan korban luka dengan membentuk tim investigasi independen

4. Mendesak KAPOLRI untuk melakukan Evaluasi secara Tegas atas Tragedi yang terjadi yang memakan Korban Jiwa baik dari masa suporter maupun kepolisian;

5. Mendesak Propam POLRI dan POM TNI untuk segera memeriksa dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota TNI-POLRI yang bertugas pada saat peristiwa tersebut

6. Hentikan pelaksanaan liga sepakbola sampai batas waktu yang tidak ditentukan, sampai ada jaminan keamanan setiap pelaksanaan pertandingan liga sepak bola di Indonesia.

Pernyataan Sikap: Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Kaesang Pangarep Tanggapi Gibran Rakabuming Terima Pinangan Partai Golkar sebagai Cawapres Prabowo
Karirnya Melejit Lewat Hobi Game, Ini Kata Yanshen Lim
LOC Fokus Membuka Stan Informasi Tiket demi Memastikan Kemudahan Akses Penonton
Pertandingan Sepak Bola Piala Dunia U-17 2023, Gibran: Solo Siap, Stadion Manahan Telah Dipersiapkan
Final Sepakbola Sea Games-32 di Kamboja, Indonesia VS Thailand: Inilah Saatnya Indonesia Bersatu!
Skuad Bulutangkis Indonesia Rebut Juara Bulutangkis Turnamen Indonesia Masters
Iwan Budianto Ungkap Alasan Minta Namanya Dihapus dari Daftar Calon Waketum PSSI
Yenny Wahid Angkat Bicara, Tanggapi Erick Thohir yang Maju calon Ketua Umum PSSI
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 22 Oktober 2023 - 14:55 WIB

Kaesang Pangarep Tanggapi Gibran Rakabuming Terima Pinangan Partai Golkar sebagai Cawapres Prabowo

Kamis, 7 September 2023 - 13:36 WIB

Karirnya Melejit Lewat Hobi Game, Ini Kata Yanshen Lim

Senin, 26 Juni 2023 - 20:04 WIB

LOC Fokus Membuka Stan Informasi Tiket demi Memastikan Kemudahan Akses Penonton

Senin, 26 Juni 2023 - 16:50 WIB

Pertandingan Sepak Bola Piala Dunia U-17 2023, Gibran: Solo Siap, Stadion Manahan Telah Dipersiapkan

Senin, 15 Mei 2023 - 09:15 WIB

Final Sepakbola Sea Games-32 di Kamboja, Indonesia VS Thailand: Inilah Saatnya Indonesia Bersatu!

Senin, 30 Januari 2023 - 15:58 WIB

Skuad Bulutangkis Indonesia Rebut Juara Bulutangkis Turnamen Indonesia Masters

Rabu, 18 Januari 2023 - 10:26 WIB

Iwan Budianto Ungkap Alasan Minta Namanya Dihapus dari Daftar Calon Waketum PSSI

Selasa, 17 Januari 2023 - 10:01 WIB

Yenny Wahid Angkat Bicara, Tanggapi Erick Thohir yang Maju calon Ketua Umum PSSI

Berita Terbaru