Saran Prabowo Subianto untuk Resolusi Penyelesaian Konflik Rusia – Ukraina Adalah Demi Kemanusiaan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. (Dok. Law.ui.ac.id)

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. (Dok. Law.ui.ac.id)

ARAHNEWS.COM – Pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto merupakan bentuk gagasan untuk menyelesaikan konflik konflik Rusia-Ukraina

Prabowo Subianto dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit merespons konflik di antara kedua negara tersebut.

Prabowo mengingatkan agar pengalaman pahit akan perang dan penjajahan yang pernah terjadi di negara-negara Asia atau Afrika tidak kembali dirasakan oleh negara-negara di Eropa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian, pernyataan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana di Jakarta, Rabu, 7 Juni 2023.

“Kenapa beliau (Prabowo) menyampaikan ini, karena apa? mereka-mereka yang di Eropa mungkin tidak merasakan dahsyatnya perang, penjajahan, sebagaimana negara-negara di Asia atau Afrika,” ungkap Hikmahanto.

Baca artikel menarik lainnya, di sini:  Saat Kunjungan Kerja di Malaysia, Prabowo Subianto Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

Hikmahanto Juwana menyampaikan hal itu dalam sesi wawancara yang dimuat dalam tayangan YouTube berjudul ‘Ada Pesan Penting Prabowo di Proposal Damai Rusia-Ukraina!”.

“Misalnya beliau menyebut Kamboja, Vietnam, bahkan Indonesia. Kita udah berapa kali dijajah, kita tahu, dan kita ingin bahwa apa yang terjadi pada kita, pengalaman kita, tidak terjadi juga di Eropa,” imbuhnya.

Dengan alasan tersebut, menurut Hikmahanto, Prabowo meminta semua pihak yang berkonflik untuk menghentikan peperangan ini demi kemanusiaan dan tidak lagi berbicara mengenai siapa yang benar atau salah.

“Nah, di Eropa kita minta supaya sudahlah dihentikan perang itu demi kemanusiaan, bukan demi siapa yang benar, siapa yang salah. Saya terus terang setuju dalam konteks seperti itu,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Hikmahanto pun menganalisis sejumlah skenario yang mungkin terjadi pada konflik Rusia-Ukraina.

Di mana salah satunya disebutkan bahwa perang akan berakhir jika ada mediator.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Menhan Prabowo.

“Nah yang terakhir, ini yang disampaikan oleh Bapak Presiden maupun Pak Prabowo yaitu perang ini bisa berakhir kalau yang namanya ada mediator.”

“Mediator ini yang mengusulkan sesuatu, mengusulkan agar pertama perang harus dihentikan,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi
Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:48 WIB

Gelar Kongres Luar Biasa, KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Berita Terbaru