Resuffle Kabinet Indonesia Kerja, Partai Golkar Minta Partai Politik Koalisi Tidak Main 2 Kaki

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 8 Januari 2023 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Dok. Dpr.go.id)

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Dok. Dpr.go.id)

ARAHNEWS.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Dave Laksono berharap para menteri Kabinet Indonesia Maju dan partai politik koalisi pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus bekerja dan tidak bermain “dua kaki” demi mewujudkan objektivitas kepemerintahan.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi isu akan adanya perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Jokowi yang mengemuka di publik beberapa waktu belakangan.

“Sepenuhnya kerja secara optimal dan mendukung, dan menjalankan fungsinya demi tercapainya seluruh objektivitas dari pada pemerintahan hari ini, dan jangan ada lagi yang tidak fokus ataupun bermain dua kaki,” kata Dave kepada wartawan ketika dihubungi, Jakarta, Jumat 6 Januari 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut seluruh anggota kabinet memiliki tugas dan kewajiban mengabdi kepada presiden demi jalannya pemerintahan yang baik guna melayani bangsa dan negara.

“Semuanya fokus untuk menyelesaikan target-target pemerintahan hari ini,” ujarnya.

Ia mengatakan presiden memiliki hak untuk menilai performa dari para pembantunya tersebut.

Presiden, lanjut dia, juga berhak melakukan reshuffle bila mendapati performa menterinya tidak baik.

“Tidak performa dengan baik, terlibat berbagai macam kasus atau tidak fokus menjalankan fungsinya, maka sewajibnya dan sebaiknya untuk segera direvisi kembali ataupun juga diperiksa seberapa mampu individu (menteri) tersebut,” tuturnya.

Ia pun menyebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kabinet kepada Presiden Jokowi.”

““Kembali ke presiden yang menilai, seberapa bagus performa masing-masing kementerian tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, Senin (2/1), Presiden Jokowi meminta semua pihak menunggu soal kemungkinan perombakan Kabinet Indonesia Maju.

“Ya, tunggu saja,” kata Jokowi di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin.

Kemudian pada Kamis (5/1), Presiden Jokowi memberi sinyal lagi mengenai rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat.

“Besok,” kata Jokowi singkat saat ditanya awak media soal isu reshuffle dalam keterangan pers di sela-sela meninjau kawasan produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) PT Pertamina Hulu Rokan Dumai di Kota Dumai, Riau yang ditayangkan kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden, Kamis 5 Januari 2023.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ
Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik
Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan
Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tanggapi Isu Tentang Resufle Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Tanggapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia
Gusdurian Minta Usut Tuntas, Pagar Laut Bukti Pelanggaran Hukum Pihak Tertentu dan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:42 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 08:47 WIB

Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

Pabrik KT&G di Indonesia Raih Sertifikat “ISO 45001”

Senin, 5 Jan 2026 - 23:19 WIB