ARAH NEWS – Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto reuni dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono di kediaman Hendropriyono di Jakarta, Kamis kemarin.
Pertemuan kedua tokoh legenda Kopassus ini berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban. Keduanya bersilaturahmi sambil menyantap soto.
Prabowo telah terkesan sejak pertama bertemu Hendropriyono yang dinilai karismatik, gagah, ganteng dan mampu mengambil simpati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana dikutip dari buku Prabowo yang berjudul ‘Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Pur) Prabowo Subianto,
“Saya jumpa Pak Hendro di Cijantung. Saya sebagai letnan dua, beliau kapten. Kami sama-sama di Sandi Yudha. Saya waktu itu di Grup 1.”
“Beliau bisa dikatakan mentor. Saya banyak belajar ketentaraan dari Pak Hendro,” tulis Prabowo dalam bukunya.
Masih mengutip buku Prabowo, pada 1976, Prabowo bergabung dalam Tim Nanggala 10 untuk memburu kelompok Fretilin di Timtim.
Baca Juga:
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Sejumlah rekannya antara lain Letda Inf Sjafrie Sjamsoeddin, Letda Inf Giri, Letda Inf Mahidin Simbolon dan Letnan CHB Juari. Komandan mereka saat itu, Mayor Inf Yunus Yosfiah.
Sementara Hendropriyono tergabung dalam Nanggala 8 yang telah lebih dulu terjun dalam operasi di wilayah itu. Tim Nanggala 8 yang akan digantikan oleh Nanggala 10.
Pada masa-masa hendak ditarik pulang itulah Hendropriyono banyak mengajarkan ilmu kepada Prabowo.
Mantan kepala BIN tersebut mengajarkan Prabowo bagaimana menggalang dan mendapatkan simpati dari rakyat.
Baca Juga:
Hendro juga mengenalkan Prabowo kepada tokoh-tokoh pejuang pro Merah Putih di Timtim.
“Cari orang-orang yang berpengaruh dan orang-orang yang berpihak pada kita. Tidak mungkin kita beroperasi tanpa dukungan orang-orang tersebut,” kata Hendro, ditirukan Prabowo.
Dari situlah Prabowo lantas dikenalkan kepada sejumlah figur penting antara lain Abilio Jose Osorio Soares dan adiknya, Francisco Deodato do Rosario Osorio Soares. Selain itu, Vidal Domingos Doutel Sarmento.
Prabowo mengaku banyak menerima bantuan dari partisan (pro Merah Putih) sehingga pelaksanaan operasi di Timtim berjalan lancar.
Prabowo tak segan menyebut dirinya banyak belajar dari Hendro, terutama operasi intelijen. Dia juga menyebut Hendro sebagai guru.
“Di bidang intelijen, tidak banyak orang punya kemampuan mendekati dan meyakinkan orang seperti Hendropriyono.”
“Dia juga punya kreativitas yang sangat tinggi dan berani berpikir out of the box,” tulis Prabowo.***













