Pemerintah Diminta Lanjutkan Uji Sampel Obat Sirop yang Diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 21 Oktober 2022 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil penelitian ada tiga zat kimia berbahaya yang ditemukan pada obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien anak. (Pexels.com/Cottonbro)

Hasil penelitian ada tiga zat kimia berbahaya yang ditemukan pada obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien anak. (Pexels.com/Cottonbro)

ARAHNEWS.COM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)
meminta pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama epidemiolog tetap melakukan pengujian.

Terhadap sampel obat sirop yang diduga mengandung cemaran etilen glikol, tidak terbatas hanya pada lima produk obat obat sirop yang melebihi ambang batas.

“Pengujian ini penting sebagai bentuk kewaspadaan dan perlindungan masyarakat, termasuk menghentikan sementara penggunaan obat sediaan sirop untuk terapi pada anak,” kata Bamsoet.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bamsoet merespons BPOM yang mengumumkan lima produk obat sirop yang mengandung cemaran etilen glikol melampaui ambang batas aman.

Hasil tersebut didapat berdasarkan hasil uji coba pengujian terhadap 39 bets dari 26 sirop obat sampai 19 Oktober 2022.

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Oktober 2022, di bawah ini adalah 3 poin tanggapan Bamsoet lainnya, sebagai berikut:

1. Meminta pemerintah atas hasil uji BPOM untuk tetap melakukan tindak lanjut terhadap lima produk obat sirop tersebut.

Dengan memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar untuk melakukan penarikan sirop obat dari peredaran di seluruh outlet di Indonesia dan pemusnahan untuk seluruh bets produk.

2. Mendorong pemerintah melalui BPOM meminta kepada semua industri farmasi yang memiliki sirop obat yang berpotensi mengandung cemaran EG dan dietilen glikol/DEG untuk melaporkan hasil pengujian mandiri, sebagai bentuk kerja sama dan tanggung jawab pelaku usaha.

3. Mendorong pemerintah meminta BPOM untuk memperketat pengawasan peredaran obat di seluruh outlet farmasi, disamping terus melanjutkan uji coba pengujian terhadap sampel kandungan/komponen dari berbagai sirop obat.

Khususnya produk obat yang menggunakan empat bahan baku pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol. Hal ini diperlukan agar diketahui efek keamanan dari produk obat sirop yang beredar.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

NobiPlay: Gerakan Sinema Baru dari Anak Muda Indonesia untuk Dunia
Tetap Terkoneksi di Luar Negeri dengan Mudah Pakai Paket Roaming XL
Hand Sanitizer Atau Sabun? Data Ungkap Solusi Kebersihan Paling Efektif
4 Bahan Alami Terjangkau: Madu, Minyak Kelapa, Gula, Mentimun Redam Gelapnya Bibir
Indonesia Berpotensi Selamatkan Jutaan Nyawa, Biofarma dan Gates Foundation Kembangkan Vaksin TBC
Keunggulan XL PRIO Pass Roaming: Harga Terjangkau dan Jangkauan Luas
Fitur AI Canggih di ASUS ZenBook S 14 OLED (UX5406) Copilot+ PC yang Wajib Anda Ketahui
Berapa Harga Catokan Remington S3500? Simak Keunggulannya dan Manfaatnya di Sini!

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:50 WIB

NobiPlay: Gerakan Sinema Baru dari Anak Muda Indonesia untuk Dunia

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:57 WIB

Tetap Terkoneksi di Luar Negeri dengan Mudah Pakai Paket Roaming XL

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Hand Sanitizer Atau Sabun? Data Ungkap Solusi Kebersihan Paling Efektif

Senin, 8 September 2025 - 07:21 WIB

4 Bahan Alami Terjangkau: Madu, Minyak Kelapa, Gula, Mentimun Redam Gelapnya Bibir

Kamis, 8 Mei 2025 - 10:59 WIB

Indonesia Berpotensi Selamatkan Jutaan Nyawa, Biofarma dan Gates Foundation Kembangkan Vaksin TBC

Berita Terbaru