Menpora, Ketua Umum PSSI, dan Kapolres Malang Diminta untuk Mengundurkan Diri

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 2 Oktober 2022 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

Tragedi sepak bola Kanjuruhan Malang akibatkan 127 korban yang meninggal dunia. (Instagram.com/@novierma23)

ARAH NEWS – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendesak Menteri Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dan Ketua Umum PSSI M Iriawan untuk segera mengundurkan diri.

“Tragedi di Stadion Kanjuruhan ni sangat memalukan bangsa Indonesia di mata internasional, kata Ketua Umum DPP KNPI La Ode Umar Bonte di Jakarta, Minggu, 2 Oktober 2020.

“Jika mereka tidak mau mengundurkan diri maka kami mendesak Presiden Jokowi untuk segera memecat mereka,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu KNPI juga minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan.

Bonte mengungkapkan penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b.

Dia juga meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya yang terjadi kemarin.

KNPI mengutuk keras tindakan refresif aparat saat menangani keributan di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) saat pertandingan sepakbola Arema FC vs Persebaya.

Akibat tindakan tersebut 129 orang meninggal dunia, baik di stadion ataupun yang sedang dibawa ke rumah sakit.

“Kami mengutuk keras tindakan refresif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap suporter Arema FC, sehingga menyebabkan 129 nyawa meninggal dunia.”

“Hal tersebut kemungkinan masih bisa bertambah karena info-info lain sedang kami tampung,” kata La Ode Umar Bonte.

Bonte mengungkapkan kepada semua pihak yang telah menyebabkan ratusan nyawa meninggal itu harus bertanggungjawab.

Terlebih panitia pelaksana yang menurut informasi mereka telah memaksakan diri agar pertandingan digelar di malam hari.

Padahal sudah diusulkan untuk diadakan pada sore harinya dan juga kelebihan jumlah penonton juga bisa menjadi penyebab akan tragedi itu.

“Tragedi ini adalah paling buruk yang terjadi dalam sejarah sepakbola tanah air bahkan juga di international.”

“Dengan kejadian ini akan berdampak buruk terhadap sepakbola tanah air, terlebih Indonesia pada tahun 2023 mendatang akan menjadi tuan rumah piala dunia U-20,” ujarnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Final 7Soccer Tournament IKA FH TRISAKTI
PSS Sleman Petik Hikmah Kalah Tipis Dari Persebaya Di Surabaya
Pemain KB Valbury Tampil Gemilang Sepanjang Turnamen
Lamine Yamal Bersinar, Spanyol Singkirkan Prancis Lewat Drama Sembilan Gol
Kisah Inspiratif di Balik Kompetisi IBL: “KITA” Tayangkan Perjuangan Para Pemain
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Tim Nasional Luar Biasa Usai Sukses Bobol Pertahanan Arab Saudi
BDMNTN-XL: Tim Blitzers, Hurricanes, Lightning, dan Rockets Siap Bertarung
BDMNTN-XL Hadir Oktober di Jakarta! Saksikan Pertandingan Spektakuler dari Bintang-Bintang Bulu Tangkis Dunia

Berita Terkait

Rabu, 12 November 2025 - 15:42 WIB

Final 7Soccer Tournament IKA FH TRISAKTI

Senin, 21 Juli 2025 - 10:42 WIB

PSS Sleman Petik Hikmah Kalah Tipis Dari Persebaya Di Surabaya

Minggu, 20 Juli 2025 - 02:21 WIB

Pemain KB Valbury Tampil Gemilang Sepanjang Turnamen

Jumat, 6 Juni 2025 - 18:56 WIB

Lamine Yamal Bersinar, Spanyol Singkirkan Prancis Lewat Drama Sembilan Gol

Kamis, 6 Februari 2025 - 22:45 WIB

Kisah Inspiratif di Balik Kompetisi IBL: “KITA” Tayangkan Perjuangan Para Pemain

Berita Terbaru