Konflik Menelan Banyak Korban di Pihak Palestina, Two States Solution adalah Ide yang Realistis

- Pewarta

Jumat, 30 September 2022 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ARAH NEWS – Ggasan Two States Solution bagi Palestina dan Israel bukanlah ide baru tetapi gagasan lama yang merupakan kesepakatan global melalui resolusi-resolusi PBB era 1970-an.

Secara historis bisa dilacak sejak awal 1930-an dengan adanya harapan agar dua negara tersebut dapat hidup berdampingan secara damai. Meski persoalan tapal batas sampai saat ini masih jadi persoalan.

Ide Two States Solution adalah ide dan harapan yang realistis setelah jalur konflik militer dan diplomasi untuk menyelesaikan persoalan Palestina dan Israel telah meminta banyak korban di pihak Palestina, namun juga kelelahan psikis di kedua belah pihak.

Konflik juga telah membawa dampak global berupa munculnya gerakan-gerakan fundamentalisme, radikalisme di dunia Islam oleh sebagian kecil kalangan yang mendukung Palestina maupun oleh para pengungsi Palestina, dengan muara persoalan ketidakadilan yang diderita rakyat Palestina.

Beberapa negara OKI telah melangkah lebih maju seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Jordania dan terakhir sedang berproses, Arab Saudi, untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

OKI juga menganjurkan Two State Solutions dalam sikap politiknya.

Hubungan dagang langsung dengan Israel secara diam-diam juga telah dilakukan oleh bebeberapa negara Islam yang tidak mempunyai hubungan diplomatik, seperti Indonesia.

Solusi dua negara meski adalah langkah terbaik, namun menghadapi beberapa kendala serius, seperti masalah perbatasan Palestina – Israel.

Palestina menginginkan tapal batas sebelum perang 1967 namun Israel menolaknya.

Sebelum perang 1967 berarti Dataran tinggi Golan harus diserahkan ke Syria, juga Jerusalem yang harus diserahkan ke Palestina.

Israel menolak karena telah membangun banyak sekali pemukiman baru yahudi di wilayah tepi barat yang diduduki.

Ditambah sikap Knesset Israel yang agresif dan menjadikan Jerusalem sebagai Ibukota Israel menggantikan Tel Aviv.

Langkah tersebut didukung oleh USA dan negara-negara Barat termasuk Australia yang membuka kedutaan besar di Jerusalem.

Ide Solusi Dua Negara yang tiba-tiba ditawarkan PM Israel yang baru dan Joe Biden, tidak lepas dari global power shifting dengan bergesernya bandul politik global ke China sebagai new super power ekonomi.

China berhasil membuka koridor ekonomi ke banyak negara terutama Asia Selatan seperti Pakistan, dan juga terkini dengan Afghanistan setelah USA pergi, disamping negara-negara anggota ASEAN.

Upaya Two States Solution juga harus melibatkan dan sosialisasi intens secara Person to Person (P to P) dengan jalinan pertemanan tokoh-tokoh yahudi dunia.

Ada 2 organisasi komunitas yahudi internasional yang berpengaruh, Pertama, World Jewish Congress dan kedua, American Jewish Committee di New York yang sering mengundang tokoh-tokoh Indonesia.

Kepada komunitas yahudi internasional tersebut ide solusi dua negara harus lebih serius disuarakan.

Indonesia juga harus lebih keras bersuara di forum OKI untuk menggoalkan ide solusi dua negara.

Meski ada kondisi global injustice dan standar ganda oleh USA dan Barat, namun kepada anggota OKI terutama yang dipandang moderat seperti Turki, Pakistan dan Maroko harus dapat membangun kemitraan strategis menghadapi USA dan Barat, terutama untuk menggoalkan ide Solusi Dua Negara.

Opini: Prof Din Syamsuddin Ph.D, Mantan Ketua PP Muhammadiyah. Berdasarkan resume Webminar Universitas Paramadina dan CDCC “Solusi Dua Negara (Palestina dan Israel)”, 29 September 2022 dengan host Prof Dr Didik J Rachbini MSc Ph.D.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu
BNSP Perkuat Kolaborasi Sertifikasi Profesi dengan KJRI dan LPK Migran Hongkong dan Macau
59 Orang Pengusaha Miliarder Dunia di Bawah 40 Tahun, Sebanyak 18 Pengusaha dari Tiongkok
Benarkah Ada Peran Zelensky Di Balik Teka Teki Rudal yang Jatuh di Polandia?
Presiden Cina Xi Jinping Diisukan Jadi Tahanan Rumah dan Dikudeta oleh Pihak Militer, Benarkah?
Isu Imigran di Amerika Serikat dan Perang Terbuka Antara Demokrat VS Republik
Kabar Duka dari Keluarga Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun
Inilah Daftar Negara Terindah Sedunia, Ternyata Indonesia yang Jadi Juara!
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 15:45 WIB

Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu

Jumat, 22 Desember 2023 - 19:56 WIB

BNSP Perkuat Kolaborasi Sertifikasi Profesi dengan KJRI dan LPK Migran Hongkong dan Macau

Senin, 10 April 2023 - 11:27 WIB

59 Orang Pengusaha Miliarder Dunia di Bawah 40 Tahun, Sebanyak 18 Pengusaha dari Tiongkok

Jumat, 18 November 2022 - 07:05 WIB

Benarkah Ada Peran Zelensky Di Balik Teka Teki Rudal yang Jatuh di Polandia?

Jumat, 30 September 2022 - 07:11 WIB

Konflik Menelan Banyak Korban di Pihak Palestina, Two States Solution adalah Ide yang Realistis

Kamis, 29 September 2022 - 11:59 WIB

Presiden Cina Xi Jinping Diisukan Jadi Tahanan Rumah dan Dikudeta oleh Pihak Militer, Benarkah?

Senin, 19 September 2022 - 16:57 WIB

Isu Imigran di Amerika Serikat dan Perang Terbuka Antara Demokrat VS Republik

Jumat, 9 September 2022 - 08:30 WIB

Kabar Duka dari Keluarga Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

Berita Terbaru