Hubungan Ekonomi RI‑Saudi Menguat via Lawatan Prabowo Fokus Energi dan Infrastruktur

Pertemuan tingkat tinggi di Jeddah memulai DKT, membawa peluang MoU, pendanaan PIF, dan peningkatan layanan jamaah haji‑umrah Indonesia.

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 2 Juli 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum kerja sama strategis saat Prabowo bertemu Putra Mahkota Saudi di Jeddah, awal tangkap peluang energi dan investasi. (Dok. Tim Mdia Prabowo)

Momentum kerja sama strategis saat Prabowo bertemu Putra Mahkota Saudi di Jeddah, awal tangkap peluang energi dan investasi. (Dok. Tim Mdia Prabowo)

PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin kunjungan kenegaraan pertama ke Arab Saudi sejak pelantikannya, bertujuan memperkuat hubungan bilateral khususnya di sektor ekonomi strategis serta investasi lintas negara.

Dalam kunjungan dari 1 hingga 3 Juli 2025, Presiden akan mengadakan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman di Jeddah pada Rabu, 2 Juli 2025.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, “Pertemuan direncanakan akan menghasilkan beberapa deliverables dalam bentuk MoU, baik antar pemerintah maupun antar pelaku bisnis”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus Utama Kunjungan Mencakup Sektor Ekonomi, Investasi, Energi, dan Layanan Haji‑Umrah

Pemerintah menempatkan prioritas sektor energi, ketahanan energi, dan layanan jamaah haji‑umrah sebagai pilar utama kunjungan untuk memperluas kolaborasi mutual antara kedua negara.

Kerja sama di sektor energi tak hanya mencakup pasokan migas, tetapi juga pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi industri yang menyasar investor global dan lokal.

Peningkatan standar layanan jamaah haji‑umrah menjadi aspek penting, dimana diskusi akan meninjau prosedur visa, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur pendukung keberangkatan jamaah Indonesia.

Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Buka Jalan bagi Proyek Bersama dan Investasi Jangka Panjang

Pertemuan Perdana Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Indonesia–Arab Saudi menandai fase baru kerjasama formal yang dipimpin langsung oleh Kepala Pemerintahan kedua negara.

DKT dibentuk atas kesepakatan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di Riyadh pada 19 Oktober 2023, sebagai forum strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan regional dan global.

Harapannya, melalui DKT, kedua negara dapat mempercepat proses pengesahan nota kesepahaman antarpemerintah dan pelaku bisnis agar aliran investasi lebih cepat dikelola.

Perspektif Pasar: Sinyal Positif bagi Investor Global dan Domestik

Bagi investor, kunjungan kenegaraan ini memberikan sinyal nyata bahwa Indonesia semakin intensif menjalin hubungan ekonomi jangka panjang dengan mitra strategisnya.

Peningkatan kerja sama di sektor energi dan industri haji‑umrah berpeluang menarik modal asing langsung (FDI) serta memperluas akses pasar, khususnya dari investor Timur Tengah.

Dengan momentum di Jeddah, Indonesia bisa mendapat akses pendanaan infrastruktur, teknologi energi bersih, dan jaringan distribusi global melalui partner Saudi.

Mekanisme Eksekusi: Kerangka Hukum dan Roadmap Investasi

MoU yang ditandatangani diharapkan mencakup kerangka hukum yang jelas, insentif fiskal, serta pengaturan tata kelola proyek kolaboratif.

Agenda ini juga membuka ruang dialog dengan lembaga keuangan Arab Saudi, misalnya Public Investment Fund (PIF), untuk mendukung proyek pengembangan kilang, energi terbarukan, dan fasilitas haji.

Partisipasi pelaku bisnis swasta pun didorong melalui forum investasi bilateral, agar transformasi ekonomi ini dapat berjalan praktis dan terukur.

Tinjauan Geopolitik dan Regional: Membahas Isu Terkini Kawasan Timur Tengah

Selain aspek bilateral, agenda di Jeddah juga akan memfokuskan diskusi pada dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak ke stabilitas energi global.

Kerjasama ini bisa menjadi platform untuk kolaborasi multilateral dalam menghadapi fluktuasi harga migas, ketegangan regional, dan krisis pengungsi.

Indonesia dan Arab Saudi akan saling bertukar peta risiko strategis, sehingga investor mendapat himbauan yang lebih presisi dalam membuat keputusan investasi.

Dampak Jangka Panjang Terhadap Neraca Perdagangan dan Investasi Indonesia

Perkuatan kerja sama bilateral ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekspor migas, produk manufaktur, dan energi terbarukan Indonesia ke pasar Timur Tengah.

Di sisi impor, akses ke teknologi minyak‑energi dan modal Saudi bisa membantu Indonesia menurunkan impor dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Secara keseluruhan, kunjungan ini mendukung target pemerintah dalam meningkatkan FDI yang sehat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemampuan ekspor di era global.

Pernyataan Resmi: Menegaskan Komitmen dan Harapan Kedua Negara

Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa kunjungan ini akan diikuti dengan berbagai pertemuan bilateral dan multilateral, sejalan dengan visi Indonesia sebagai regional hub ekonomi.

“Pertemuan direncanakan akan menghasilkan beberapa deliverables dalam bentuk MoU, baik antar pemerintah maupun antar pelaku bisnis,” ungkap Kemlu.

Pernyataan ini mempertegas bahwa semua hasil pertemuan akan dilaksanakan sesuai timeline investasi dan disepakati mekanisme pengawasan bersama.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar
Kartel Narkoba Amerika Latin Sasar Bali, Kokain Masuk Lewat Wisatawan

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga

Berita Terbaru