Gempa Susulan yang Terjadi di Wilayah Selatan Jawa Timur Terjadi 132 Kali, Data BMKG

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 11 Juli 2022 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Susulan di Jatim Lebih dari 100 Kali. (Pexels.com/Wilson Malone)

Gempa Susulan di Jatim Lebih dari 100 Kali. (Pexels.com/Wilson Malone)

ARAH NEWS – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan yang terjadi di wilayah Jawa Timur hingga Minggu 10 Juli 2022 sebanyak 132 kali.

“Rekap kami hingga sore ini tercatat sebanyak 132 kali gempa susulan, Ini merupakan karakteristik gempa yang cukup menarik karena memiliki produktivitas gempa susulan yang cukup banyak,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam perbincangan, Minggu 10 Juli 2022.

Menurut dia, gempa selatan Jawa Timur ini memiliki karakter produktivitas gempa susulan (aftershocks) yang tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tampak gempa Jatim ini tipikal gempa plate boundary (interplate) dan bukan gempa dalam lempeng (intraplate earthquake).

“Ini mengindikasikan bahwa gempa tersebut terjadi di bidang kontak antar-lempeng ya, kontak antara lempeng Australia dan lempeng Eurasia di laut Selatan Jawa Timur.”

“Dan ini menjadi menarik karena bagian di situ cukup rapuh sehingga gempa yang terjadi berkekuatan 5.2 kemarin pagi itu bisa memicu susulan yang sangat banyak,” terangnya.

Menurutnya, skala gempa yang paling tinggi magnitudo 5.0 dan yang paling kecil 2.0 di daerah itu.

“Jadi memang ini menarik sekali karena produknya banyak  dan mengamati trennya fluktuatif tetapi menurun.

Harapan kita beberapa hari ke depan bisa habis.

Atas kejadian itu, lanjut Daryono, pihaknya terus memonitornya dan mengantisipasnya. Namun demikian, gempa ini belum bisa diprediksi.

“Apakah ini berakhir atau ada sesuatu kemungkinan yang terjadi.”

“Tetapi yang pasti dalam kasus-kasus gempa, rentetan gempa yang banyak ini belum tentu akan terjadi gempa yang lebih besar,” jelasnya.***

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi
Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H untuk Tingkatkan Literasi Investasi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Berita Terbaru