Ganjar Pranowo Why Not? Kalau Kalah, Artinya Mayoritas Masyarakat Belum Dapat Menerimanya

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 24 Maret 2023 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok. jatengprov.go.id)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok. jatengprov.go.id)

Oleh: Peter Gontha, Pengusaha

ARAHNEWS.COM – Banyak sekali anggota masyarakat yang sangat Pro Ganjar Pranowo, mengapa tidak, beliau adalah anggota Partai Terbesar di Indonesia, PDIP.

Dan berpengalaman sebagai Anggota legislatig maupun sebagai seorang Gubernur salah satu propinsi di Indonesia (Jawa Tengah)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang penduduknya maupun jumlah kabupatennya terbanyak di Indonesia. Beliau seorang Nasionalis, Pluralist.

Kalau beliau terpilih sebagai Presiden Indonesia pada pemilu tahun 2024, artinya majoritas masyarakat memang menganggap beliau adalah terbaik.

Dan Demokrasi berjalan. Meski beliau mempunyai catatan yang ada hubungannya dengan permasalahan korupsi E-KTP yang sampai saat ini belum tuntas.

Mungkin juga ini hanya fitnah karena ketidak sukaan pada beliau.

Disamping itu beliau terkenal dengan media sosialnya dan menurut beberapa pengamat, miskin akan capaian yang langsung terasa ada dampaknya bagi masyarakat.

Kita masih menunggu Ganjar Pranowo dinominasi oleh Partainya.

Kalau beliau kalah, ya artinya majoritas masyarakat belum dapat menerimanya sebagai pemimpin bangsa.

Tapi Kalau terpilih, Ganjar Pranowo, why not? Majoritas Masyarakat yang menentukan.

Dan mari kita kawal beliau waktu terpilih melalui Lembaga eksekutip yang kuat dan bersih dari korupsi dan kepentingan.

Konten artikel ini dikutip dari akun media sosial Instagram @petergontha.***

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ
Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik
Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan
Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tanggapi Isu Tentang Resufle Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Tanggapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia
Gusdurian Minta Usut Tuntas, Pagar Laut Bukti Pelanggaran Hukum Pihak Tertentu dan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:42 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 08:47 WIB

Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB