ARAHNEWS.COM – Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bersedia menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Namun Luhut mengajukan syarat, yaitu jika mendapat dukungan dari anggota partai beringin tersebut.
“Kalau didukung, mau,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Luhut Binsar Pandjaitan meluruskan bahwa dirinya tak memiliki masalah pribadi dan hanya akan menunggu keputusan partai.
Hal itu terkait dengan santernya wacana yang menyebutkan dirinya ingin menggeser posisi Airlangga Hartarto.
Baca artikel lainnya, di sini: Diminta Gantikan Airlangga Hartato Jadi Kertua Umum Partai Golkar, Berikut Tanggapan Luhut Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan juga tak ingin menyalahkan siapa pun, termasuk Airlangga Hartarto, teerkait soal elektabilitas partai yang menurun.
Baca Juga:
Era Baru Farmasi Rumah Sakit: Kemudi AI dan Keselamatan Pasien di PIT HISFARSI 2026
Permainan Indah Sepak bola: Hisense Ajak Penggemar dalam Pengalaman Interaktif FIFA World Cup 2026™
Ajang “The Hue of China – Chinese Peasant Painting Exhibition” Sukses Memikat Pengunjung di Jakarta
Seperti pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, yaitu 9,2 persen berdasarkan survei tatap muka,
Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, kondisi ini justru semestinya diisi dengan upaya perbaikan di tubuh Partai Golkar, dan elite partai memegang kendali besar dalam hal ini.
Namun Luhut Binsar Pandjaitan juga mengaku dirinya belakangan ini kerap didatangi senior-senior Partai Golkar.
“Airlangga itu teman baik saya, tidak ada masalah. Soal itu tadi (menjadi Ketum Partai Golkar) biarkan saja mekanisme mereka jalan.”
Baca Juga:
Lima Terobosan Teknologi: Huawei Luncurkan Platform ESS “Grid-Forming” Generasi Baru LUTERRA™
“Ya nunggu saja, tidak ada juga kepentingan yang menggebu-gebu di situ,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan tak ada kepentingan yang terlalu besar untuk menduduki jabatan tersebut.
Bahkan Luhut Binsar Pandjaitan tak tahu menahu siapa saja yang hendak maju.
Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal itu usai menghadiri Penandatanganan MoU Program HEAL di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali, di Denpasar, Selasa, 25 Juli 2023.***








