Bukan Hanya Penyakit Hipertensi dan Jantung Koroner, Ini Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 12 Maret 2023 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tidur. (Dok. Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi Tidur. (Dok. Pexels/Andrea Piacquadio)

ARAHNEWS.COM – Memiliki kualitas tidur yang baik tentu akan membuat seseorang lebih sehat.

Kurang tidur tentunya akan memicu ganguan kesehatan, tapi hal itu paling diabaikan.

Seperti dilansir dari laman Times of India, Minggu, 19 Januari 2023, sebuah studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal-Digital Health pada November 2022 menunjukkan adanya hubungan antara waktu mulai tidur dan kejadian penyakit kardiovaskular.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini menegaskan bahwa kurang tidur berhubungan dengan hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes melitus atau gangguan toleransi glukosa.

“Kurang tidur juga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, detak jantung dan vasokonstriksi serta retensi garam.”

“Faktor-faktor ini terkait dengan hipertensi yang disebabkan oleh overdrive jantung dan volume yang berlebihan,” tulis penelitan tersebut.

Studi kohort menemukan kemungkinan adanya hubungan antara waktu mulai tidur dan risiko pengembangan CVD, khususnya bagi wanita. Lebih dari 55 persen peserta penelitian adalah wanita.

Sebanyak 88.026 individu di Biobank Inggris dipelajari untuk penelitian ini.

Para peserta diteliti antara tahun 2006 dan 2010. Usia rata-rata peserta adalah 61 tahun.

Para peserta menindaklanjuti diagnosis baru penyakit kardiovaskular, yang didefinisikan sebagai serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung iskemik kronis, stroke dan serangan iskemik transien.

Peneliti menemukan bahwa penyakit kardiovaskular adalah yang tertinggi pada mereka yang tidur tengah malam atau setelahnya.

Tidur selama waku ini meningkatkan risiko hingga 25 persen.

Para peneliti juga menemukan bahwa kejadian penyakit jantung paling rendah terjadi pada mereka yang tidur antara pukul 22.00 hingga 23.00.

Para peneliti menemukan bahwa saat tidur antara pukul 23.00 hingga tengah malam meningkatkan risiko hingga 12%, hal itu juga meningkatkan risiko sebesar 24 persen saat waktu tidur sebelum pukul 22.00.

Sebanyak 3.172 peserta telah mengembangkan masalah terkait jantung selama masa studi.***

Berita Terkait

NobiPlay: Gerakan Sinema Baru dari Anak Muda Indonesia untuk Dunia
Tetap Terkoneksi di Luar Negeri dengan Mudah Pakai Paket Roaming XL
Hand Sanitizer Atau Sabun? Data Ungkap Solusi Kebersihan Paling Efektif
4 Bahan Alami Terjangkau: Madu, Minyak Kelapa, Gula, Mentimun Redam Gelapnya Bibir
Indonesia Berpotensi Selamatkan Jutaan Nyawa, Biofarma dan Gates Foundation Kembangkan Vaksin TBC
Keunggulan XL PRIO Pass Roaming: Harga Terjangkau dan Jangkauan Luas
Fitur AI Canggih di ASUS ZenBook S 14 OLED (UX5406) Copilot+ PC yang Wajib Anda Ketahui
Berapa Harga Catokan Remington S3500? Simak Keunggulannya dan Manfaatnya di Sini!

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:50 WIB

NobiPlay: Gerakan Sinema Baru dari Anak Muda Indonesia untuk Dunia

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:57 WIB

Tetap Terkoneksi di Luar Negeri dengan Mudah Pakai Paket Roaming XL

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Hand Sanitizer Atau Sabun? Data Ungkap Solusi Kebersihan Paling Efektif

Senin, 8 September 2025 - 07:21 WIB

4 Bahan Alami Terjangkau: Madu, Minyak Kelapa, Gula, Mentimun Redam Gelapnya Bibir

Kamis, 8 Mei 2025 - 10:59 WIB

Indonesia Berpotensi Selamatkan Jutaan Nyawa, Biofarma dan Gates Foundation Kembangkan Vaksin TBC

Berita Terbaru