Pernyataan Keras JK Soal Investasi Asing dan Dukungan Terhadap Capres Anies Baswedan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 6 Februari 2023 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Dok. Setkab.go.id)

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Dok. Setkab.go.id)

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

ARAHNEWS.COM – Mantan Wapres Jusuf Kalla mengeluarkan pernyataan yang sangat keras sekali terhadap investasi asing di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan para pengusaha dan Gubernur Sulawesi Selatan Di Wisma Kalla 30/01 lalu JK mengatakan bahwa pemerintah saat ini terlalu memberi karpet merah terhadap investor asing.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

JK menyebut apa yang terjadi di PT GNI di Morowali adalah akibat pemerintah terlalu memberi karpet merah dan membangga banggakan investor asing.

Sehingga di lapangan terjadi ketegangan bahkan bentrok yang memakan korban. Pernyatan keras pak JK ini tentu saja menarik dicermati.

Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai wakil presiden 2 Periode di 2 presiden yang berbeda dan juga pernah menjadi ketua umum partai Golkar JK sangat memahami dapur kekuasaan.

Dan dengan muncul nya statement tersebut tentu ada sesuatu yang tidak beres tengah terjadi pada kekuasaan saat ini.

Terutama menyangkut investasi asing di Indonesia. Yang menurut JK terlalu diistimewakan.

Disisi lain pernyataan keras JK ini dapat juga dilihat dari hubungan antara JK dan Anies Baswedan.

JK merupakan orang dekat Anies Baswedan jauh sebelum Anies menjadi gubernur DKI Jakarta.

Pernyataan keras JK dapat juga dimaknai bahwa hal tersebut merupakan respon JK terhadap berbagai serangan terhadap Anies Baswedan oleh rezim saat ini.

Selain dengan Anies Baswedan JK juga merupakan tokoh yang dekat dengan ketua umum partai Nasdem Surya Paloh.

Dan belakangan Nasdem dan Surya Paloh pun digoyang akibat telah mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

Sehingga dengan kuatnya serangan baik terhadap Anies Baswedan dan terhadap Nasdem dan Surya Palo.

Maka JK sebagai orang dekat baik terhadap Anies maupun Surya Paloh perlu melakukan counter attack.

Dan bentuk serangan balik yang dilakukan JK adalah mengangkat isu yang sangat sentral di rezim saat ini yaitu karpet merah bagi investor asing.

Dengan mengangkat isu tersebut maka JK selain memberikan tamparan yang keras kepada rezim saat ini juga sekaligus mampu menjadi counter atas serangan rezim.

Baik kepada Anies Baswedan maupun kepada Surya Paloh yang kesemuanya merupakan kolega dekat dari Jusuf Kalla yang saat ini ingin melakukan pergantian rezim.

Aspirasi publik Indonesia sebetulnya tidak mau investor asing di diberi karpet merah yang terlalu berlebihan.

Sebagai bukti yaitu dibatalkannya UU Ciptaker yang dirasa lebih menganak emaskan investor asing dan memarginalkan nasib buruh.

Dimana UU Ciptaker sendiri telah dibatalkan oleh MK namun kembali dihidupkan oleh pemerintah lewat UU Ciptaker.

Anies Baswedan sebagai orang yang mendapat restu JK maju sebagai capres harus segera membuat platform tentang investasi asing.

Disaat capres capres lain belum ada atau tidak memiliki platform terkait investasi asing.

Bangsa Indonesia sendiri sangat menginginkan capres capres yang muncul di 2024 adalah capres yang memiliki platform terkait investasi asing.

Bagaimana para capres tersebut memiliki pandangan terkait investasi asing di Indonesia, sehingga ketika nanti sang capres tersebut terpilih maka janji janji nya terkait investasi asing dapat ditagih.

Langkah JK mengkritisi investor asing tersebut merupakan langkah yang cerdas yang bukan dari seorang politisi semata.

Tetapi merupakan langkah cerdas dari seorang Negarawan yang ingin menyelamatkan demokrasi di Indonesia.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Arahnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?
Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ
Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik
Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan
Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tanggapi Isu Tentang Resufle Menteri di Kabinet Merah Putih, Ini Tanggapan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia
Gusdurian Minta Usut Tuntas, Pagar Laut Bukti Pelanggaran Hukum Pihak Tertentu dan Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:29 WIB

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Strategi Kejagung Tetapkan Satu Tersangka Korporasi Kasus Tol MBZ

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Vonis Tom Lembong Dinilai Tak Adil, Reformasi Hukum Jadi Tuntutan Publik

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:42 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, TPUA Minta Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 08:47 WIB

Puan Maharani Tagih Jawaban Aparat Soal Intimidasi ke Mahasiswa UII

Berita Terbaru