ARAH NEWS – Demokrat dikabarkan mematok Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) sebagai syarat berkoalisi.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Parta Herzaky Mahendra Putra secara khusus angkat bicara mengenai persoalan tersebut.
“Belakangan beredar berita kalau Demokrat disebut-sebut mematok AHY menjadi capres atau cawapres sebagai syarat berkoalisi.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Demokrat menegaskan bahwa pernyataan itu sama sekali tidak benar,” kata Herzaky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2022.
Menurut Herzaky Mahendra, pembahasan tentang capres dan cawapres dilakukan setelah koalisi terbentuk.
“Belum ada bahas-bahas mengenai capres dan cawapres. Yang ada sama-sama menyepakati pembahasan mengenai capres dan cawapres setelah koalisi terbentuk,” kata Herzaky.
Disebutkan pula bahwa salah satu hal yang dipertimbangkan oleh Demokrat usung capres/cawapres adalah tingkat kemungkinan keterpilihan atau kemenangan sosok calon tersebut dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.
Baca Juga:
CMES Indonesia International Machine Tool Exhibition 2026 Debut pada 2-4 Juli di Jakarta
Harbour City dan Bandai Namco Asia Hadirkan “Bandai Namco Asia Journey in Hong Kong” Edisi Perdana
Ia menegaskan bahwa Demokrat akan mendalami dan mempelajari betul ketika koalisi sudah membahas capres dan cawapres.
Ini yang menjadi salah satu prinsip dasar Ketua Umum Partai Demokrat AHY dalam pembentukan koalisi.
“Koalisi dahulu, baru bahas kriteria. Setelah itu, ditentukan nama-nama bakal capres/cawapres yang penuhi kriteria,” jelas Herzaky.
Bahkan, kata dia, di samping memiliki mekanisme sendiri dalam pengusungan capres/cawapres, Demokrat pun sangat menghargai kemandirian dan mekanisme internal setiap partai politik dalam menentukan capres/cawapres yang akan mereka usung.
Baca Juga:
74 Pembawa Obor Semarakkan Estafet
EDC umumkan paket pembiayaan senilai CAD$360 juta untuk SK ecoplant
Oleh karena itu, aspirasi dari setiap partai akan dibahas di dalam koalisi ketika sudah terbentuk untuk peroleh kesepakatan mengenai capres dan cawapres yang diusung.***








