Juara 2025 dan 2026, Satria Muda Catat Dua Gelar IBL All Indonesian

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 2 November 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATRIA Muda Pertamina Bandung memastikan gelar juara IBL All Indonesian 2026 setelah mengalahkan Dewa United Banten dengan skor 77-75 pada pertandingan final di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Minggu (1/11). Hasil tersebut membuat tim asuhan Youbel Sondakh mempertahankan gelar yang diraih pada edisi sebelumnya.

Abraham Damar Grahita menjadi pencetak angka terbanyak Satria Muda dengan 21 poin. Ia memasukkan delapan dari 19 percobaan tembakan dan terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) Final IBL All Indonesian 2026.

Kemenangan Satria Muda baru dipastikan pada penguasaan bola terakhir. Dewa United sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 75-76 ketika pertandingan menyisakan 12 detik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Julian Chalias kemudian menambah satu angka melalui lemparan bebas untuk membawa Satria Muda unggul 77-75. Namun, kegagalannya pada percobaan berikutnya memberikan kesempatan kepada Dewa United untuk menyamakan kedudukan.

Erick Ibrahim Junior dan Dio Tirta Saputra mencoba memanfaatkan peluang tersebut, tetapi tidak berhasil mencetak angka. M. Sandy Ibrahim Aziz mengamankan bola pantul yang memastikan Satria Muda mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Sebelumnya, Satria Muda mengawali pertandingan dengan keunggulan 10-2. Dewa United kemudian meningkatkan efektivitas serangan dan membalikkan keadaan menjadi 23-22 pada akhir kuarter pertama.

Dewa United melanjutkan tekanan pada kuarter kedua. Tim asal Banten tersebut mampu menjaga keunggulan dan menutup paruh pertama pertandingan dengan skor 44-41.

Memasuki kuarter ketiga, Satria Muda melakukan penyesuaian permainan. Kombinasi Abraham Grahita, Julian Chalias, dan Dame Diagne membantu tim mengejar ketertinggalan.

Pelatih Youbel Sondakh juga harus mengatur rotasi setelah Yudha Saputera melakukan tiga pelanggaran pribadi. Yudha sempat ditarik untuk menghindari risiko akumulasi foul yang dapat membatasi kontribusinya pada fase akhir pertandingan.

Satria Muda mampu menyamakan kedudukan menjadi 60-60 menjelang kuarter terakhir.

Pada periode penentuan, Abraham mencetak 10 poin beruntun yang membantu Satria Muda mengambil alih momentum. Dewa United tetap memberikan perlawanan hingga detik terakhir, tetapi gagal memanfaatkan kesempatan untuk membawa pertandingan ke babak tambahan.

Selain Abraham, Julian Chalias menyumbangkan 18 poin dan tujuh rebound. Sandy Ibrahim mencatatkan 15 poin, sedangkan Dame Diagne menghasilkan double-double melalui 10 poin dan 13 rebound.

Yudha Saputera mencetak empat poin dan 15 assist. Kontribusinya dalam distribusi bola menjadi bagian penting dari pola serangan Satria Muda.

“Ini bukti bahwa tim effort, karena kami benar-benar berjuang untuk mendapatkan kemenangan kali ini. Respect juga untuk tim Dewa United. Tetapi kami sudah berhasil back-to-back!” ujar Yudha seusai pertandingan.

“Kemenangan ini untuk Bandung,” tambahnya.

Satria Muda Unggul dalam Persaingan Gelar

Keberhasilan tersebut membuat Satria Muda menjadi tim pertama yang meraih dua gelar IBL All Indonesian. Pada final 2025, klub asal Bandung itu juga mengalahkan Dewa United.

Sementara itu, Pelita Jaya Jakarta merupakan juara edisi 2024 dan masih memiliki satu gelar.

Dua kemenangan Satria Muda atas Dewa United dalam dua final berturut-turut menunjukkan keunggulan hasil klub asal Bandung tersebut dalam pertemuan perebutan gelar.

Meski demikian, selisih dua poin pada final 2026 memperlihatkan bahwa persaingan kedua tim tetap ketat. Dewa United mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal pada awal pertandingan dan mempertahankan keunggulan hingga jeda.

Satria Muda menunjukkan kemampuan melakukan penyesuaian pada paruh kedua, termasuk mengatur rotasi ketika Yudha menghadapi masalah pelanggaran pribadi.

Dari sisi kontribusi pemain, Satria Muda tidak hanya bergantung pada produktivitas Abraham. Catatan assist Yudha, rebound Dame Diagne, serta kontribusi Julian dan Sandy memperlihatkan pembagian peran dalam sistem permainan Youbel Sondakh.

Namun, hasil satu pertandingan belum cukup untuk memastikan keunggulan Satria Muda atas seluruh pesaingnya pada kompetisi reguler mendatang.

IBL All Indonesian memiliki karakter kompetisi tersendiri karena hanya melibatkan pemain lokal, sedangkan komposisi dan persaingan pada musim reguler IBL dapat berbeda.

Turnamen IBL All Indonesian 2026 berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, dengan mengusung tema Our Game, Our Turn.

Hasil final tersebut menempatkan Satria Muda sebagai pemegang dua gelar IBL All Indonesian sekaligus memberikan bahan evaluasi bagi kedua tim menjelang IBL musim 2027.****

Berita Terkait

Final 7Soccer Tournament IKA FH TRISAKTI
PSS Sleman Petik Hikmah Kalah Tipis Dari Persebaya Di Surabaya
Pemain KB Valbury Tampil Gemilang Sepanjang Turnamen
Lamine Yamal Bersinar, Spanyol Singkirkan Prancis Lewat Drama Sembilan Gol
Kisah Inspiratif di Balik Kompetisi IBL: “KITA” Tayangkan Perjuangan Para Pemain
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Tim Nasional Luar Biasa Usai Sukses Bobol Pertahanan Arab Saudi
BDMNTN-XL: Tim Blitzers, Hurricanes, Lightning, dan Rockets Siap Bertarung
BDMNTN-XL Hadir Oktober di Jakarta! Saksikan Pertandingan Spektakuler dari Bintang-Bintang Bulu Tangkis Dunia

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:04 WIB

Juara 2025 dan 2026, Satria Muda Catat Dua Gelar IBL All Indonesian

Rabu, 12 November 2025 - 15:42 WIB

Final 7Soccer Tournament IKA FH TRISAKTI

Senin, 21 Juli 2025 - 10:42 WIB

PSS Sleman Petik Hikmah Kalah Tipis Dari Persebaya Di Surabaya

Minggu, 20 Juli 2025 - 02:21 WIB

Pemain KB Valbury Tampil Gemilang Sepanjang Turnamen

Jumat, 6 Juni 2025 - 18:56 WIB

Lamine Yamal Bersinar, Spanyol Singkirkan Prancis Lewat Drama Sembilan Gol

Berita Terbaru