Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga

PERHEPI menilai bantuan pangan 15 kg per keluarga per bulan bisa menahan lonjakan harga beras, dengan stok Bulog yang masih memadai hingga Desember.

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DI BANYAK dapur rumah tangga, pertanyaan yang berulang muncul hampir setiap pagi: berapa harga beras hari ini, dan sampai kapan akan bertahan tinggi.

Di pasar tradisional, bisik-bisik keluhan terdengar di antara ibu rumah tangga yang menimbang kantong beras lebih tipis dari biasanya.

Pedagang mengangkat bahu, pasrah pada naik-turun harga yang terasa lebih sering naik ketimbang turun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi ini, suara dari Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) terdengar lantang.

Khudori, pengamat ekonomi pertanian dari lembaga itu, mengingatkan bahwa program bantuan pangan beras tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Bantuan Pangan Beras Dipandang Perlu Dilanjutkan Hingga Akhir Tahun

Khudori menegaskan bantuan pangan seharusnya terus diberikan dari September hingga Desember 2025 dengan porsi 15 kilogram per keluarga setiap bulan.

Dengan jumlah penerima manfaat mencapai 18,3 juta keluarga, total beras yang dibutuhkan mencapai 1,098 juta ton dalam empat bulan program tersebut berjalan.

“Bantuan perlu diberikan dari September hingga Desember 2025. Jika perlu per keluarga menerima 15 kilogram per bulan,” kata Khudori dalam pernyataan tertulisnya.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal jaring pengaman sosial, melainkan juga cara menekan gejolak harga beras di pasar yang cenderung melambung.

Stok Bulog Diproyeksikan Mampu Menopang Program Bantuan Pangan

Perum Bulog, menurut perhitungan Khudori, masih memiliki cukup amunisi untuk menopang program bantuan pangan meski penyaluran dilakukan hingga akhir tahun.

Stok beras Bulog per Agustus 2025 tercatat 3,933 juta ton, sebagian besar berupa cadangan beras pemerintah (CBP) yang biasa digunakan untuk stabilisasi harga dan bantuan sosial.

Dengan asumsi target penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar 1,3 juta ton dan 366 ribu ton bantuan pangan periode Juni–Juli 2025 tercapai, stok masih aman.

Khudori menghitung, stok beras pada akhir tahun diperkirakan masih menyisakan sekitar 2,684 juta ton, sehingga tidak ada alasan untuk menahan kelanjutan program bantuan.

Harga Beras Nasional Masih Tinggi dan Sulit Terkendali

Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan serta Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga beras masih fluktuatif dengan tren menanjak.

Rata-rata harga beras medium dan premium di sebagian besar wilayah Indonesia masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pada pekan ketiga Agustus 2025, harga beras medium di zona 1 mencapai Rp14.005 per kilogram dan premium Rp15.437 per kilogram, keduanya melampaui HET.

Di zona 2, harga rerata nasional lebih tinggi lagi, masing-masing Rp14.872 per kilogram untuk medium dan Rp16.618 per kilogram untuk premium.

Sedangkan di zona 3, harga melonjak drastis, mencapai Rp18.899 per kilogram untuk medium dan Rp20.709 per kilogram untuk premium.

Intervensi Pemerintah Masih Tertatih Menghadapi Lonjakan Harga Beras

Untuk menahan gejolak, pemerintah mengandalkan intervensi pasar melalui program SPHP dengan target penyaluran 1,3 juta ton beras hingga akhir 2025.

Namun, realisasi distribusi masih jauh dari target. Dari Juli hingga akhir Agustus 2025, Bulog baru menyalurkan 93.780 ton, atau rata-rata 2.084 ton per hari.

Selain itu, bantuan pangan 10 kilogram per keluarga sempat diberikan kepada 18,3 juta keluarga pada Juni dan Juli 2025, tetapi distribusi dilakukan sekaligus untuk dua bulan.

Khudori menilai, model bantuan seperti ini belum cukup untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan harga beras yang kerap melewati batas kewajaran.

Menimbang Jalan Keluar Di Tengah Fluktuasi Harga Pangan Nasional

Harga beras yang tetap tinggi di hampir seluruh wilayah menunjukkan kompleksitas persoalan pangan di Indonesia, bukan sekadar isu distribusi semata.

Beras masih menjadi kebutuhan pokok yang paling sensitif, sekaligus barometer kestabilan ekonomi rumah tangga menengah ke bawah.

Pemerintah perlu berpacu dengan waktu agar intervensi pasar tidak berhenti sebatas hitungan tonase, melainkan terasa nyata di kantong masyarakat.

Khudori menegaskan bahwa dengan stok Bulog yang melimpah, tidak ada alasan untuk ragu memperpanjang bantuan pangan beras hingga akhir 2025.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil
Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel
5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
Prabowo Amankan Pasokan Beras dengan Izin Khusus untuk Penggilingan Skala Besar
Kartel Narkoba Amerika Latin Sasar Bali, Kokain Masuk Lewat Wisatawan
Kejagung Buru Riza Chalid, Tersangka Migas yang Kabur ke Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:10 WIB

Jemaah Haji 2026 Cukup Bayar Rp 54 Juta, Sisanya Ditanggung Dana Nilai Manfaat

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:43 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Telusuri Dana Masuk ke Keluarga Ridwan Kamil

Minggu, 14 September 2025 - 01:05 WIB

Mendagri Gerak Cepat, IPDN Kawal Keamanan Lingkungan di Sumsel

Rabu, 3 September 2025 - 08:17 WIB

5 Pesan PBB Untuk Indonesia Hadapi Aksi Protes Secara Demokratis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Program Bantuan Pangan Jadi Penyangga

Berita Terbaru